BERITA TERKINIHUKUM & KRIMINAL

Kapolrestabes Palembang Akan Ambil Tindakan Jika Penyidik Tidak Transparan Tangani Berkas

×

Kapolrestabes Palembang Akan Ambil Tindakan Jika Penyidik Tidak Transparan Tangani Berkas

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Menanggapi keluhan keluarga korban pembunuhan yang menimpa M Sujono alias Tono, terkait dua pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa pembunuhan di Jalan Kadir TKR Lorong Jambu RT 25 RW 07 Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus, pada 21Juli 2020 pukul 19.30 WIB, Kapolrestabes Palembang, akan melakukan koordinasi lebih jauh ke penyedik, Senin (8/3/2021).

“Kemungkinan besar penyidik mempunyai alasan tersendiri untuk mengeluarkan kedua pelaku. Biasanya, kasus ini sudah digelarkan dan tidak cukup bukti untuk menjadikannya sebagai tersangka. Mereka hanya ikut menemani ke lokasi kejadian saja,” ungkap Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, saat diwawancarai wartawan.

Dikatakan Kapolres, dirinya akan mengambil tindakan jika penyidik tidak bekerja.

“Saya sarankan agar keluarga korban untuk mempertanyakan langsung kepada penyidik. Mungkin penyidik ada pertimbangan. Jika penyidiknya tidak transparan, barulah Kapolres bertindak,” tegasnya.

Dua pelaku, TN dan MS yang diduga terlibat dalam peristiwa pembunuhan Sujono alias Tono (56), di Jalan Kadir TKR Lorong Jambu RT 25 RW 07 Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus pada 21Juli 2020 pukul 19.30 WIB, diketahui keluarga korban bebas berkeliaran tanpa adanya perdamaian.

“Saya kaget saat tahu pelaku bebas. Kejadian itu bulan Juli, mereka keluar bulan September. Kami sangat kecewa dengan penyidik Polrestabes Palembang, karena melepas mereka. Karena menurut kami, dia ikut terlibat, mereka yang memprovokasi hingga merenggut nyawa ayah saya,” papar Fitriyani (24), saat dibincangi sejumlah wartawan.

Anak ketiga dari empat bersaudara ini menambahkan, rekaman vidio dan foto masih terlihat jelas, bagaimana bisa penyidik mengatakan tidak cukup bukti.

“Memang kami sudah ikhlaskan kepergian ayah kami, namun jalannya saja yang tidak baik. Kami akan berusaha memperjuangkan keadilan, untuk mengungkap peristiwa pembunuhan ini. Mereka bertiga ini sengaja dan sudah berencana untuk menghabisi nyawa ayah saya. Mereka ini sempat mengungkapkan, jika malam ini tidak mati, mungkin besok-besok, artinya disana mereka sudah berencana. Kenapa mereka dikeluarkan tanpa ada perdamaian ataupun penjelasan yang sejelasnya dari penyidik. Sementara, penyidiknya sudah berganti yang baru,” jelasnya.