Adsafelink | Shorten your link and earn money

Reporter: Daud

PALEMBANG, Mattanews.co – Kegiatan Art Normal Iklim Kesenian Menuju Kenormalan Baru yang diselenggarakan Dewan Kesenian Kota Palembang (DKP) memasuki hari kedua, dengan bahasan dari komite rupa, Selasa (18/8/2020).

Kegiatan yang juga dikemas dengan webinar itu, menghadirkan narasumber Dr. Erwan Suryanegara, MSn, Sirojudin, S.I.Kom, dan Askanadi, S.Sn., bertema “Asa Perupa di Palembang Era Pandemi”.

“Seperti apa yang saya ungkapkan tadi sesungguhnya di era Pandemi ini sendiri bukanlah menjadi suatu masalah bagi Seni Rupa,” ungkap DR. Erwan.

“Karena seni rupa ini sendiri bekerjanya bersifat individual dia bekerja di studio dia sendiri, karya sudah selesai siap untuk dipamerkan,” sambungnya.

Artinya, lanjut Erwan, kedepan karya seni rupa ini akan terus eksis dengan di tunjangnya sistem teknologi firtual saat ini karya bisa di foto dan di pajang di dunia maya, artinya kreatifitas terus di tingkatkan.

Sementara itu, Sirojudin, S.I.kom selaku pemateri II menambahkan, ia beranggapan bahwasanya seniman-seniaman ini merupakan orang-orang yang kreatif dan tidak buntu akal sehingga mereka semua itu memiliki skil manual. Akan tetapi mereka juga harus mau berteman dengan media digital.

“Berdasarkan pengalaman pribadi saya dibidang seni rupa ini dulu saya biasa lebih kecara manual, namun ketika lambat laun dunia digital mulai masuk jadi menuntut kita agar harus mengenal juga yang namanya dunia digital ini,” singkatnya.

Lanjut ia mengatakan, dengan berbekal mau belajar akhirnya seni rupa dengan menggunakan sistem digital ini mampu dikuasai, akan tetapi sklil manual tadi harus tetap dikuasai juga karena jika skil manual sudah dikuasai otomatis untuk era digital ini pasti dapat dikuasai juga.

“Untuk itulah diera digital ini jangan pernah malu untuk belajar menuruti tren teknologi saat ini dengan catatan penunjang untuk keseni rupaan secara digital ini harus memiliki skil manual juga,” pungkasnya.

Sementara itu, Askanadi, S.Sn, dari pantauan Mattanews.co, lebih menyoroti bagaimana seharusnya seorang perupa itu mampu mempublikasikan hasil karyanya, dengan menggunakan teknologi di era digital ini.

“Seorang perupa, sebaiknya mampu menggunakan setiap peluang yang ada, dan tajam membaca kondisi, dan pangsa pasar untuk menampilkan hasil karyanya,” ujarnya, melalui webinar DKP.

“Teruslah berkarya, mulailah membuka ruang dengan segala kemungkinan, supaya kita lebih dikenal konsumen dan penikmat karya kita,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here