BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Kebakaran TPA Supit Urang Mereda, Pemkot Malang Siagakan Layanan Kesehatan

×

Kebakaran TPA Supit Urang Mereda, Pemkot Malang Siagakan Layanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MALANG – Pemerintah Kota Malang memperkuat upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang dengan menambah dukungan peralatan hingga dua sampai tiga kali lipat. Langkah ini menyasar titik api yang sulit dijangkau sekaligus mempercepat penanganan kebakaran yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menjelaskan bahwa evaluasi petugas di lapangan menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas pemadaman. Dengan peralatan yang tersedia saat ini, petugas mampu menangani area sepanjang sekitar 200 meter dalam waktu dua jam.

Melalui penambahan sarana, Pemkot Malang menargetkan jangkauan pemadaman meningkat menjadi 400 hingga 600 meter dalam durasi yang sama.

“Kami berupaya meningkatkan kapasitas pemadaman dengan menambah peralatan dua hingga tiga kali lipat. Kebutuhan yang kami hitung sekitar 16 unit kendaraan atau peralatan suplai air dan delapan unit alat injeksi air untuk mempercepat penanganan titik api yang sulit dijangkau,” ujar Ali, Kamis (22/10/2026).

Pemadaman Terkendala Kontur Lahan dan Cuaca

Ali menyebutkan, hasil pengamatan visual memperkirakan area terdampak kebakaran mencapai delapan hektare. Sementara itu, panjang area yang memerlukan penanganan mencapai lebih dari 4.000 meter.

Pemkot terus mengevaluasi kebutuhan peralatan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. Langkah ini penting agar petugas dapat menentukan strategi pemadaman secara efektif dan menjangkau area yang masih menyimpan titik api.

Penanganan kebakaran juga melibatkan berbagai unsur. Pemkot Malang berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Kota Batu, TNI, kepolisian, dan pihak swasta untuk memperkuat dukungan operasional.

Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan kendaraan suplai air, alat injeksi air, tandon, serta pengaturan sumber air. Dengan dukungan itu, petugas diharapkan dapat menjaga ketersediaan air selama proses pemadaman berlangsung.

“Pengambilan air juga sudah kami perhitungkan, termasuk titik-titik sumber air yang bisa digunakan agar suplai tetap tersedia selama pemadaman berlangsung,” katanya.

Selain keterbatasan akses, kondisi geografis turut menyulitkan petugas. Kontur lahan yang tinggi menghambat pergerakan sejumlah peralatan menuju titik api. Pada saat yang sama, suhu panas, angin kencang, dan rumput kering meningkatkan risiko perambatan api.

Ali mengungkapkan bahwa kebakaran sebelumnya membutuhkan waktu hampir dua minggu untuk penanganan dengan sumber daya yang tersedia saat itu. Kini, Pemkot berharap tambahan peralatan dan personel lintas instansi dapat mempercepat proses pemadaman.

Meski demikian, Ali belum menetapkan target waktu penyelesaian. Petugas masih perlu menyesuaikan langkah penanganan dengan kondisi lapangan dan perkembangan titik api.

Pemkot Siagakan Puskesmas untuk Warga Terdampak Asap

Di tengah upaya pemadaman, Pemkot Malang juga memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan. Pemerintah daerah mengoordinasikan langkah antisipasi bersama dinas terkait, rumah sakit daerah, dan seluruh puskesmas di Kota Malang.

Pemkot juga membagikan masker kepada warga yang tinggal di kawasan terdampak. Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak dan warga yang berada dekat lokasi kebakaran.

Ali meminta masyarakat segera mengakses layanan kesehatan apabila mengalami keluhan setelah terpapar asap.

“Kalau ada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan akibat dampak asap, silakan segera mendatangi puskesmas terdekat. Kami sudah meminta fasilitas kesehatan untuk bersiaga,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang harus menghadapi dampak kebakaran dan kepulan asap. Menurutnya, pemerintah berupaya menjaga agar pelayanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat, termasuk warga di kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Malang.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot telah memfasilitasi pengobatan gratis bagi warga terdampak di sekitar Supit Urang melalui puskesmas yang melayani kawasan tersebut. Petugas kesehatan akan menyesuaikan penanganan dengan keluhan dan kebutuhan setiap warga.

DLH Minta Warga Waspadai Dampak Asap

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, turut mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan selama kebakaran berlangsung.

Ia meminta warga mengurangi risiko paparan asap dengan menggunakan masker. Apabila muncul keluhan pernapasan, masyarakat perlu segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan.

Terkait penyebab kebakaran, Raymond menyampaikan adanya informasi mengenai dugaan aktivitas pembakaran sampah oleh warga di area sisi selatan TPA. Namun, informasi tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

“Kemarin anginnya cukup kencang, anginnya kencang banget sehingga titik api cepat merambat melewati sungai ke tumpukan sampah kering yang berada di TPA Supit Urang,” ujar Raymond Hotigoran Matondang.

Raymond menegaskan bahwa kepolisian memiliki kewenangan untuk menyelidiki penyebab kebakaran dan menentukan pihak yang bertanggung jawab.

“Untuk masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, segera saja ke puskesmas. Terkait penyelidikan penyebab kebakaran, itu menjadi kewenangan kepolisian,” ujarnya.

Pemkot Fokus Padamkan Api dan Lindungi Warga

Pemkot Malang terus mengandalkan penambahan peralatan, koordinasi lintas instansi, dan kesiapsiagaan layanan kesehatan untuk menangani kebakaran TPA Supit Urang. Ketiga langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan titik api sekaligus mengurangi dampak terhadap masyarakat.

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, Pemkot belum menerima angka pasti mengenai jumlah warga yang melaporkan gangguan kesehatan akibat asap kebakaran. Karena itu, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas.

Selain mempercepat pemadaman, pemerintah perlu memastikan warga memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan serta akses layanan kesehatan. Dengan langkah terkoordinasi, Pemkot berharap situasi segera terkendali dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Penulis: M Solikin
Editor: Selfy