MATTANEWS.CO, PALEMBANG –Viralnya kasus bullying terhadap anak kelas 5 SD berinisial MX (10) oleh kakak kelasnya berinisial CM (11) di lapangan Basket di sekolah SD Manggala Palembang, berakhir dengan perdamaian, Selasa (8/10/2024).
Cornelia orang tua korban MX (10) mengatakan, perdamaian telah terjadi setelah melakukan mediasi sebanyak lima kali, melibatkan dua belah pihak, yang dihadiri juga pihak sekolah SD Manggala Palembang.
“Ya betul, sudah damai secara tertulis dan lisan, saya akan cabut laporan di pihak kepolisian Polda Sumsel. Perdamaian dilakukan dirumah saya, dihadiri pihak sekolah, ketua RT dan RW, pihak KPAD Sumsel, serta pihak keluarga terlapor,” ungkapnya.
Cornelia mengatakan, dirinya tidak menuntut sepeserpun pada pihak terlapor untuk ganti rugi, tapi dengan catatan pihak terlapor ini memenuhi kesepakatan yang telah disepakati bersama.
“Ya harapannya jangan terulang, tentunya juga semoga anak saya bisa berangsur pulih mental psikisnya dan menjadi lebih tangguh belajar cara mempertahankan diri dan kelak bisa lebih banyak bercerita sekecil apapun kejadian di sekolah kedepannya,” tuturnya.
Ia menuturkan pada orang tua lebih memperhatikan anak mereka yang bersekolah, untuk lebih sering mengedukasi dan berkomunikasi dengan anak.
“Semoga orang tua di luar sana lebih peduli dan lebih tanggung jawab terhadap anak – anak mereka, dengan menghargai, memberikan perhatian, kasih sayang, pendidikan etika di rumah dengan baik serta memberi contoh yang baik untuk anak mereka, dan juga kejadian seperti ini jangan terulang,” urainya.
Cornelia juga berharap pihak sekolah, dapat lebih baik lagi dalam pengawasan.
“Untuk sekolah, semoga sekolah menjadi lebih baik menata peraturan dan memperbaiki kualitas, mau belajar upgrade ilmu mengenai kasus bully yang mungkin terlihat atau tidak terlihat di sekolah. bisa memberikan penyuluhan atau pendidikan ke anak-anak di sekolah bahwa bully itu tidak baik sehingga dapat menghindari kejadian serupa. hendaknya juga tenaga pengajar lebih terbuka ke orang tua apa saja yang terjadi dengan murid di sekolah tanpa ada yang di tutup-tutupi karena guru adalah orang tua ke 2 di sekolah, jembatan penghubung anak-anak di sekolah dan orang tua di rumah,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian ini terjadi di sekolah SD Manggala Palembang di Jalan Kapten Marzuki No.498, 20 Ilir, Ilir Timur I, Kota Palembang, pada hari Senin (05/08/2024) pukul 12.00 WIB, di Lapangan Olahraga lantai 5.
Atas kejadian tersebut pihak korban membuat laporan di SPKT Polda Sumsel pada tanggal 05 Agustus 2024 dengan registrasi STTLP/B/839/VIII/2024/SPKT Polda Sumsel.















