Kesepakatan Bersama Belasan Ketua Perguruan Silat, Begini Kata Kapolres Tulungagung

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG– Kepolisian Resor Tulungagung Polda Jawa Timur melakukan kesepakatan bersama belasan Ketua perguruan silat bertempat di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso setempat, Kamis (12/1/2023).

Nota kesepakatan tersebut di tandai dengan penandatanganan oleh masing-masing Ketua, yang disaksikan oleh Tiga Pilar Kabupaten Tulungagung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat.

Saat dijumpai, Kapolres Tulungagung Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eko Hartanto, S.I.K., M.H., menyebut tanggung jawab moral merupakan hal penting dalam nota kesepakatan tersebut.

“Barusan kita saksikan bersama penandatanganan nota kesepakatan dilakukan oleh 16 Ketua Perguruan silat,” ucap AKBP Eko Hartanto didampingi Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., dan Wakil Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., dihadapan awak media.

Mantan Kapolres Lhokseumawe Polda Aceh menambahkan kegiatan penandatanganan nota kesepakatan tersebut dalam upaya menciptakan Keamanan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di wilayah hukum Tulungagung.

Selain itu, kesepakatan ini merupakan komitmen bersama dalam upaya pencegahan agar kejadian pertikaian antar oknum pesilat bisa diminimalisir.

“Dalam nota kesepakatan tadi ada 10 poin komitmen,” tambahnya.

“Semoga dengan kesepakatan bersama ini pertikaian yang libatkan oknum pesilat bisa diminimalisir, sehingga Tulungagung semakin Ayem Tentrem Mulyo lan Tinoto,” imbuh Eko mengutip ucapan Pak Bupati Maryoto Birowo itu.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Perwira Polisi kelahiran asli Juwana Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah menjelaskan pihaknya menyadari dalam penandatanganan nota kesepakatan tadi sempat terjadi mis komunikasi.

“Pertanggungjawaban secara organisatoris. Bahkan, tadi beberapa Ketua Perguruan silat sampaikan kepada saya. Nanti bisa kita analisa kembali,” terangnya.

“Dalam kesepakatan itu salah satu poinnya itu terkait tanggung jawab moral, kalau pertanggungjawaban secara hukum sudah jelas bahwa itu oknum pelaku,” sambungnya.

“Penyidik bisa memanggil Ketua Perguruan silat guna pertanggungjawaban secara moral terhadap anak buahnya yang melakukan pelanggaran itu,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait