NUSANTARA

Kodim 1805/Raja Ampat Kedatangan 48 Anggota TNI Bintara Remaja

×

Kodim 1805/Raja Ampat Kedatangan 48 Anggota TNI Bintara Remaja

Sebarkan artikel ini

Reporter : Wanto Warman

RAJA AMPAT, Mattanews.co – Kodim 1805/Raja Ampat mendapatkan tambahan 48 Anggota TNI Bintara Remaja yang siap dibekali untuk mengisi sejumlah Pos-pos Koramil yang ada di Kabupaten Raja Ampat.

Hal itu disampaikan Dandim 1805/Raja Ampat, Letkol Inf Josep Paulus Kaiba, pada sejumlah media di Kodim 1805/Raja Ampat, Rabu (5/8/2020).

Dandim 1805/Raja Ampat, Letkol Inf Josep Paulus Kaiba Menyampaikan, Pemenuhan personil diseluruh wilayah sehingga perlu adanya pemerataan penempatan personil dalam memenuhi organisasi- organisasi tugas dalam rangka melaksanakan tugas pokok TNI yakni sebagai alat pertahanan negara.

“Jadi Kodim 1805/Raja Ampat mendaptkan 48 anggota TNI Bintara Remaja agar untuk memenuhi penyebaran Pos-pos Koramil yang kedepan akan dijadikan Koramil Organik,” jelas dia.

Jadi dari 48 TNI Bintara Remaja itulah yang akan memasuki pos-pos yang saat ini kita sudah buat kerangkanya

Sementara kerangka-kerangka ini di isi oleh satuan tugas Koramil (Satgas BKO) yang saat ini sudah berada di tuju tempat di antaranya, Kota Waisai dua Koramil, Kabarei satu, Salawati dan bantanta satu, satu di Kofiau, Satu di misool kemudian satu di Gag.

“Maka Pos-pos baru inilah yang akan ditempati oleh 48 TNI Bintara Remaja ini,” katanya.

Ia menuturkan sebelum mereka disiapkan untuk masuk pada wilayah tugas, tentu akan dilakukan pembinaan terlebih dahulu selama tiga minggu paling cepat, agar dapat dilakukan pembekalan terkait tugas yang akan mereka hadapi nantinya.

“Dalam pembekalan tersebut tentu yang menjadi penting adalah bagaimana para Bintara ini dapat mengetahui karakteristik wilayah dan serta untuk mengabdikasikan ilmu yang mereka terima kepada masyarakat,” jelas dia.

Karena saat ini bukan lagi berbicara tentang suatu wilayah yang dihadpkan dengan pertempuran langsung, lanjut dia, tapi mereka sedang melaksanakan tugas Operasi militer selain perang, yang itu diisi dengan kemampuan-kemampuan untuk menguasai wilaya, bersosialisasi dengan masyarakat setempat untuk membangun ketahanan nasional di wilaya tugasnya.

“Dalam pembekalan itu yang menjadi penting adalah menguasai karakteristik wilaya, Geodemos dan lebih khusus adalah masyarakatnya walaupun para bintara-bintara sendiri adalah orang asli Papua barat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, para Bintara ini juga sebagia besar adalah Anak muda Papua Barat sendiri, maka sudah sangat mudah mengetahui karakteristik wilayahnya hanya saja pembekalan dan tekhnis yang perlu kita tambahkan pada mereka.

Editor : Chitet