Reporter : Bang YF
PALEMBANG, Mattanews.co – Pada Pemilu 2019 tercatat tidak kurang dari 91 orang Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menjadi korban meninggal dunia dan 374 orang korban sakit yang tersebar di 20 provinsi berdasarkan data sementara pada senin 22 april 2019
Hal ini mendapat perhatian serius oleh Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) HMI yang membuat pernyataan sikap terkait persoalan tersebut yang di sampaikan Direktur Eksekutif LKMI, Repil Ansen Redaksi Mattanews Selasa (13/4).
“KPU mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja para petugas hingga mengakibatkan korban keletihan (sakit) bahkan meninggal dunia. Proses demokrasi Indonesia harusnya sejalan dengan tujuan bangsa Indonesia yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ungkapnya
Dijelaskan bahwa di tengah banyaknya petugas yang menjadi korban keletihan bahkan meninggal dunia, pesta demokrasi Indonesia tahun ini tidak lebih dari hari berkabung nasional
“LKMI memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh petugas, pengawas, saksi dll yang ikut menjaga proses pemilu dengan semua pengorbanan yang tak terhingga. LKMI mendesak KPU dan Pemerintah bertanggung jawab dengan memberikan santunan kepada para korban seadil-adilnya,” katanya
Repil mengatakan bahwa LKMI mengusulkan agar pelaksanaan pemilu ke depan lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja untuk seluruh petugas dan berbagai pihak yang terlibat penyelenggaraan serta pengawasan pemilu.
“Seleksi petugas mesti melalui proses yang ketat terutama aspek kesehatan kemudian Pengaturan kerja yang ideal dengan memperhatikan jam kerja maupun istirahat, lalu jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan kepada semua petugas (asuransi),” pungkasnya.
Editor : Bang YF














