Reporter : Gunawan
TULUNGAGUNG, Mattanews.co – Lagi, aksi penolakan pembangunan pondok pesantren Imam Syafi’i di Desa Tapan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, kembali terjadi. Keberatan warga ini ditampilkan saat gelar aksi demo dengan massa lebih banyak dari sebelumnya, karena IMB belum juga dikeluarkan, Senin (13/07/2020).
“Kami minta izin pembangunan cepat dikeluarkan, jika tidak hentikan saja pembangunan ini,” jelas Koordinator perwakilan warga Desa Tapan, Bambang Triwahyudo kepada wartawan online media ini.
Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi bersama pihak yayasan, untuk menghentikan pembangunan, namun pihak yayasan tidak mau menghiraukan, bahkan melanjutkan pembangunan gedung tersebut tanpa masalah.
“Kami mengimbau kepada pengurus Yayasan, untuk saling menjaga agar kondisi masyarakat tercipta Kamtibmas dan untuk menghentikan aktivitas pembangunan, sambil menunggu jalur hukum yang ditempuh pihak yayasan,” ujarnya.
Editor : Selfy














