BERITA TERKINI

Mahasiswa IPMADE Bandung Minta Pemda Deiyai Perhatikan Sembako Saat PSBB Berlangsung

×

Mahasiswa IPMADE Bandung Minta Pemda Deiyai Perhatikan Sembako Saat PSBB Berlangsung

Sebarkan artikel ini

Reporter : Mateus Tekege

DEIYAI PAPUA, Mattanews.co- Mahasiswa atau mahasiswi yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Deiyai di Bandung meminta pemerintah Kabupaten Deiyai segera perhatikan sembako, (19/4/2020) di Bandung.

Pemerintah provinsi Jawa barat atas intruksi gubernur akan lakukan pembatasan sosial berskala besar sehingga mahasiswa Deiyai yang kuliah di bandung memintah dengan hati kepada pemerintah Deiyai untuk keseriusan meperhatikan kami.

Ketua IPMADE Bandung, Ferdinanko Edowai mengatakan sesuai dengan intruksi Gubernur Jawa barat yang dikutip dari cnbcindonesia.com bahwa akan dilakukan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar di kota Bandung, kota Cimahi, Kabupaten Bandung, kabupaten Bandung barat dan kabupaten Sumedang. Selama 14 hari kedepan terhitung dari tanggal 22 April 2020.

Untuk mencegah penyebaran virus Corona-19 yang semakin meningkat dijawa barat itu. Maka akan lakukan PSBB dalam waktu dekat, maka kata Ferdinanko Edowai kami dari mahasiswa Deiyai Bandung ingin ada perhatian dari Pemda kabupaten Deiyai untuk memenuhi kebutuhan kami selama dilakukan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jawa barat ini.

Mengapa karena ditempat tinggal kami seperti asrama dan kost- kostan telah dibuat peraturan dari RT dan RW setempat bahwa selama PSBB diberlakukan maka semua warga di bandung harus tinggal di rumah atau kosan selama 14 hari diberlakukan PSBB tersebut.

“Oleh karena itu, kata ketua IPMADE Bandung Ferdinanko Edowai, meminta kami sangat mengharapkan Pemda Deiyai untuk melihat atau peka terhadap kondisi kami dengan memenuhi kebutuhan kami seperti bama, Sembako atau perlengkapan seperti fasilitas selama kuliah online seperti wifi atau Voucher dll,” Mintanya.

Pemerintah kabupaten lain di Papua sudah mengabulkan permintahan mahasiswa asal kabupaten yang bersangkutan, namun Pemerintah kabupaten deiyai hingga sampai saat ini belum dikabulkan. Ini aneh tapi nyata.

” Semestinya pemerintah daerah memperhatikan lebih dahulu kepada kami mahasiswa luar Papua karena kami dirantauan. Orang tua di Papua, itu sama saja ayam induk lupakan anaknya,”. Tutup Ferdinanko Edowai.

Editor : Poppy Setiawan