Reporter :Yudi Ihwan.p
Bandar Lampung, Mattanews.co – Kunjungi rumah wanita teman dekatnya, Udin (30), warga Lebak Manis, Tanjungkarang Barat, tewas bersimbah darah, ditikam pisau cap garpu, tepat didada kiri, oleh suami sang wanita, di Jalan Cempaka, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung, Kamis (18/4) sekitar pukul 12.30.
Petugas medis mencoba menyelamatkan korban Korban Sahudin, alias Udin, tersungkur didepan pintu rumah, dengan pisau masih menancap didada kiri, hingga tembus mengenai jantung. Udin sempat dilarikan kerumah sakit Abdoel Moeloek, oleh warga dan Ketua RT. Namun, tak tertolong. Hasil pemeriksaan Tim Medis RSUAM, korban banyak kehilangan darah.
Masani (30), sempat teriak dan histeris melihat Udin berimpah darah. Sementara pelaku Adek, langsung kabur. Informasi dilokasi kejadian menyebutkan, Korban yang diduga dalam kondisi mabuk berada di rumah Masani. Mereka berdua sedang asik ngobrol diruang tamu. Tiba tiba Adek, pelaku datang.
Masani kemudian masuk kedalam kamar. Dan sempat melihat korban berbincang bincang dengan pelaku, yang pindah duduk ke teras rumah. “Dia itu mantan suami saya. Kami sudah cerai, meski belum kepengadilan. Tiba tiba dia datang, saya masuk kedalam, mereka ngobrol,” kata Masani.
Tak lama kemudian, kata Masani, korban duduk diteras rumah, dan melihat Adek mencabut pisau dipinggang dan menikam Udin. “Mereka itu saling kenal, masih bersaudara kok,” kata Masani.
Warga yang mendengar teriakan Masani, berhamburan keluar rumah. Petugas Polresta Bandar Lampung, dipimpin Kasat Reskrim, dan Tim Polsek Tanjungkarang Barat, mendatangi lokasi. Bersama aparat keluarahan, dan Bhabinkamtibmas melakukan olah TKP, dan memasang garis police line di rumah Masani, yang bersebelahan dengan rumah orang tuanya. “Pelaku sedang dalam pengejaran,” kata Polisi.
Warga sekitar menyebutkan sudah kerap mengingatkan Masani, untuk hati hati, dan tidak membawa pria lain kerumahnya. Pasalnya, status mereka hanya bercerai lewat penyataan, dan belum sah pengadilan. Sehingga masih menjadi istri sah pelaku. Karena ketiga anak pelaku tinggal disana. “Kita sudah sering ingatkan, tapi yah namanya warga hanya bisa mengingatkan,” kata warga.
Editor : Bang YF














