Reporter : Rachmat Sutjipto
OGAN KOMERING ILIR, Mattanews.co – Polres Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan, pengawasan perdagangan bahan pangan berjalan ketat.
Bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI Sumsel, jajaran kepolisian itu dengan tegas mengharamkan keberadaan pedagang spekulan, yang kerap berlindung dibalik isu krusial. Seperti wabah Virus Corona, terlebih menjelang bulan Ramadhan.
Kapolres OKI AKBP Alamsyah Palupessy mengatakan, di tengah sejumlah isu dan menjelang Ramadhan, kepanikan tidak boleh terjadi.
Menurutnya, dengan memastikan ketersediaan stok pangan di tingkat pasar, kegusaran masyarakat dapat dicegah.
“Kepolisian bersama Pemkab OKI serta Forkompimda harus betul-betul memastikan memiliki stok pangan berlimpah, terutama menjelang Ramadhan. Inspeksi ini menghindari
Panic Buying dan terjadinya harga bergejolak terhadap sejumlah bahan pokok,” ujarnya, Jumat (20/3/2020).
Senada yang disampaikan Komandan Kodim 0402/OKI, Letkol CZi Zamroni. Menurutnya, pihaknya bersinergi dengan kepolisian, dalam pengawasan harga dan stok pangan.
Jajaran Kodim sendiri, diakuinya ikut memantau ketersediaan pangan ini. Dengan harapan, tidak ada permainan seperti menimbun atau sebagainya yang berdampak kelangkaan kebutuhan masyarakat,
“Sebaiknya tidak berspekulasi. Jangan mencoba mengambil keuntungan ditengah kesusahan masyarakat. Kami tidak main-main. Spekulan pasti ditindak tegas,” ucapnya.
Isu merebaknya wabah Covid-19 ini sendiri, terlihat tidak banyak mempengaruhi warga Kayu Agung dan sekitarnya.
Pergerakan perdagangan ini sendiri, terpantau belum menunjukkan kenaikan jumlah pengunjung maupun trend kenaikan transaksi yang signifikan.
Padahal saat inspeksi bahan pangan ke Pasar Shopping Kayu Agung, kedatangan Wakil Bupati M Djakfar Shodiq yang diikuti Dandim 0402-OKI Letkol CZI Zamroni serta unsur Forkompinda lainnya.
Kegiatan tersebut digelar sejak pukul 09.00 hingga berlangsung selama dua jam kedepan, merupakan waktu favorit bagi kalangan ibu rumah tangga untuk belanja berbagai kebutuhan sehari-hari.
Wabup Shodiq mengungkapkan, sejauh ini harga sejumlah komoditas belum terjadi kenaikan yang signifikan. Begitu juga pedagang daging dan telur cenderung mematok harga eceran relatif normal.
“Sejauh yang kita pantau, harga sejumlah pangan cenderung normal. Kenaikan harga beras justru terjadi ditengah kenaikan harga gula sejak sepekan lalu yang mengalami kenaikan sekitar 15 persen dari harga sebelumnya,” ucapnya.
Mantan Anggota DPRD ini menyimpulkan, pengendalian harga masih dapat dilakukan pemerintah. Terutama pada komoditi harga beras yang menunjukkan trend menurun.
Dituturkan Wabup, yang merupakan bekas petani ini, bahwa ketersediaan makanan pokok di gudang Dolog terbilang relatif cukup aman.
Dengan pasokan beras sekitar 300 ton tersebut, lanjutnya, pemenuhan kebutuhan dapat tercukupi hingga beberapa bulan kedepannya.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kelangkaan stok beras dan bahan pangan lainnya tidak akan terjadi. Tidak perlu panik. Meskipun saat ini wabah Covid-19 tengah melanda, namun secara umum stok dan harga masih taraf kewajaran,” katanya.
Ketahanan pangan berupa cadangan beras, akan semakin melimpah disaat sejumlah daerah sentra pertanian Kabupaten OKI. Terlebih memasuki masa panen yang dimulai sejak bulan Maret hingga bulan April 2020 mendatang.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten OKI Syahrul menuturkan, tambahan cadangan beras bulan Maret 2020, berasal dari hasil panen lahan sawah seluas 3.000 hektar.
Ia mengatakan, jumlah tersebut, diproyeksikan semakin menambah hingga masa panen tahun ini berakhir di penghujung tahun ini.
“Hasil panen akan terus ditingkatkan. Proyeksi kami hingga bulan April mendatang, diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 14 ribu ton, dari hanya 3 ribu ton pada bulan ini,” ujarnya.
Editor : Nefri














