Reporter : Mateus Tekege
NABIRE PAPUA, Mattanews.co– Seluruh masyarakat meepago dari 4 kabupaten yakni, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya, Salahkan tindakan Bupati Paniai yang begitu telat dan bahaya bagi masyarakat, sabtu, (18/04) di Nabire Papua.
Seluruh masyarakat dari 4 kabupaten menanyakan kepada Bupati Paniai atas pendropan ratusan masyarakatnya dari kabupaten nabire ke kabupaten asalnya.
Kenapa Nawipa baru bisa ambil tindakan pengangkutan setelah di kabupaten nabire sudah 3 orang terinfeksi Covid-19?
Nabire sudah lalulalang kendaraan dari jauh hari, aktifitas perorangan dilakukan seperti biasanya walaulun sudah terbukti 3 orang terinfeksi covid -19.
“Setelah sehari terbukti 3 orang terinfeksi covid-19 di nabire. Bupati Paniai mengajak masyarakatnya naik ke Paniai. Ini bahaya, ratusan masyarakat yang sudah naik itu perlu dikarantinakan selama 14 hari,” Jelas Yulianus.
Cerita sambung Yulianus, Harusnya Bupati bagikan sembako atau berupa uang kepada masyarakat untuk dipergunakan sesuai kebutuhan mereka selama covid -19 merajalela di tanah air.
Kami segenap masyarakat Meepago menilai tindakan bupati paniai tersebut sama saja membawah naik covid-19 di empat kabupaten yakni, kabupaten Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya.
“Tindakannya membuat masyarakat beresiko yang sangat bahaya apalagi di pedalaman meepago masih belum memahami terkait bahayanya Covid-19,” Katanya.
Akhirnya Bupati salah mengambil kebijakan, kenapa tidak mengangkut masyarakat dari 1/2 minggu yang lalu.
Kalau ada korban berjatuhan di 4 kabupaten meepago. Siapa yang akan bertanggung jawab. Apakah perhimpunan para Bupati meepago dan atau perhimpunan DPRD atau siapa? Tanya Yulianus.
Editor : Poppy Setiawan














