Meski Sudah Ada Tilang Elektronik Tapi Masih Banyak Pelanggaran, Begini Kiat Dari Ditlantas Polda Sumsel

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Ditlantas Polda Sumsel kian gencarkan penggunaan tilang elektronik atau ETLE, Adapun tilang elektronik ini bisa langsung merekam pelanggaran yang terjadi di jalanan raya, kendati begitu masih ada sebagian masyarkat yang belum peduli dengan adanya tilang elektronik ini.

Dari situs jejaring media sosial acapkali muncul postingan pengenadara yang menutup nomor plat kendaraannya atau malah sampai melepas nomor plat kendaraan yang dipakai masyarakat kota besar maupun kecil.

Menanggapi hal ini, Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol M Pratama Adhyasastra memberikan peringatan terhadap orang-orang yang dengan sengaja melepas plat nomor kendaraannya.

“kejadian yang seperti itu tentunya melanggar aturan, dan apabila pengendara tersebut tertangkap bisa kita bawa ke kantor, dan juga bisa dikenakan pasal pidana,” ucap Pratama saat diwawancarai awak media MATTANEWS.CO.

Dengan melakukan pencopotan plat nomor polisi tersebut, pihak kepolisian tentu tak akan tinggal diam.

“Suatu saat pasti akan tertangkap dengan adanya patroli petugas. Dan kalau sampai tertangkap akan di proses karena terjadi indikasi untuk memalsukan dan menghilangkan identitas,” ujarnya.

Pratama mengatakan bahwa kebanyakan atau meskipun tidak semua dan bukan menuduh, orang yang melepas nomor plat kendaraannya itu, dia mengambil hak yang bukan miliknya.

Biasanya orang yang mengambil hak yang bukan miliknya untuk menghilangkan identitas kendaraan, akan mencopot nomor plat motornya.

Bacaan Lainnya

“Paling tidak jika ada pihak yang tertangkap akan diserahkan kepada reserse untuk dimintai keterangan alasan mengapa tidak memasang plat nomor kendaraan,” tuturnya.

Pihaknya juga tidak bisa memastikan apakah orang-orang yang melepas plat nomor kendaraannya tersebut untuk menghindari etle. Namun jika dari asumsi dirinya sebagai petugas menduga ada sesuatu yang ditutupi sehingga plat nomor kendaraanya di tutup atau di lepas.

“Kami menghimbau agar hal-hal seperti itu tidak dilakukan,” ujarnya.

Saat ditanyakan terkait akan adanya pemasangan chip pada kendaraan, Pratama belum bisa memastikan hal tersebut untuk wilayah sumsel.

“Untuk hal itu di kita belum informasi,” imbuhnya.

Adapun sisi positif dengan adanya etle ini yang bersifat statis ini berbeda dengan etle dinamis, karena dalam fungsinya tidak hanya mencapture pelanggaran saja namun juga merekam apabila terjadi tidak pidana di jalanan dan dari hasil itu pula, nantinya akan dikumpulkan sehingga menjadi barang bukti tim penyidik.

“Bukan hanya untuk merekam kendaraan saja namun juga semua kejadian yang terjadi di seputaran itu bisa terekam sehingga memudahkan tim penyidik untuk mengusut kasus yang terjadi disana,” ujarnya.

Tujuan pokok dari disediakan etle ini yakni untuk menertibkan lalu lintas di jalanan.

“Pertama dulu kita mengcapture 27 ribu pelanggaran dan itu semakin menurun. Yang mana terakhir ini kita bisa mengcapture hanya 14 ribu pelanggaran,” ujarnya.

Hasil positif juga didapat, Dari hasil jumlah pelanggaran yang tercapture tersebut bisa diukur bahwa jumlah capturan pelanggaran sudah menurun.

“Buktinya untuk angka kecelakaan tahun ini yang dibandingkan dengan tahun kemarin khusus untuk tahun baru dan natal, kita menurun dan angka tersebut turun 25%,” ujarnya.

Menurutnya, Unsur kecelakaan tersebut diawali oleh karena pelanggaran peraturan lalulintas. Pihaknya menghimbau agar masyarakat bisa menjaga tertibnya berlalu lintas saat di jalanan.

“tertibnya suatu wilayah bisa kita lihat dari tertibnya masyarakat itu berlalu lintas. Kalau lalu lintasnya tertib, masyarakatnya tertib,”¬†tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait