Mujib Anwar Dituntut Penjara 7 Tahun 6 Bulan dalam Perkara Dugaan Korupsi RS Kundur

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banyuasin membacakan tuntuntut terhadap terdakwa Mujib Anwar yang terjerat kasus dugaan korupsi proyek penimbunan dan pembangunan turap pada RS Kusta Dr A rivai Abdulah tahun anggaran 2017 (Jilid II) dengan hukuman selama 7 tahun 6 bulan, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (20/12/2022).

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Sahlan Efendi SH MH saat membacakan tuntutan Jaksa Penuntut Umum juga menuntut terdakwa Mujib Anwar dengan denda sebesar Rp 150 juta subsider 3 bulan penjara.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa Mujib Anwar, terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan primer Pasal 2 ayat (1) undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2021 tentang tindak pidana korupsi atas perubahan undang-undang nomor 31 tahun 1999 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Menuntut pidana terhadap terdakwa Mujib Anwar, dengan pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan penjara dan denda sebesar Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan,” ungkap JPU.

Menurut JPU hal yang meringankan terdakwa Mujib Anwar berlaku sopan dalam pemeriksaan persidangan dan belum pernah dihukum, dan hal yang memberatkan dan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas tindak pidana korupsi.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, terdakwa Mujib Anwar melalui kuasa hukumnya akan mengajukan nota pembelaan (Pledoi)

“Sidang pekan depan kita akan mengajukan nota pembelaan (Pledoi),” ujar kuasa hukum terdakwa.

Sebelumnya dalam dakwaannya JPU menyebut, bahwa terdakwa Mujib Anwar dan Ir Sastra Suganda selaku Direktur PT Karyatama Saviera (Daftar Pencarian Orang) bersama-sama dengan Junaidi (terpidana kasus yang sama) selaku Direktur PT. Palcon indonesia dan Rusman Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan RS. Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang sekaligus menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (keduanya telah diputus bersalah melakukan tindak pidana Korupsi oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang Kelas IA Khusus dan Pengadilan Tinggi Palembang.

Bacaan Lainnya

Terdakwa telah menyuruh melakukan atau turut serta melakukan serta melakukan secara melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian Negara sebesar Rp 4,8 miliar.

Dari hasil audit BPK, bahwa 2017 RS Kundur saat melakukan pembangunan turab penahan tanah dengan pagu Anggaran Rp 14 miliar lebih dari APBN kementerian kesehatan TA 2017.

Ir. Sastra Suganda selaku Direktur PT Karyatama Saviera ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) karena tidak memiliki pengamalan mengeejakan pemasangan Turab, untuk itu terdakwa Ir Sastra kemudian meminjam dokumen Junaidi selaku Direktur PT. Palcon indonesia.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait