Saksi: Semua Anggaran Dana Desa Tanjung Menang, Kades yang Mengelola

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kasus dugaan korupsi Dana Desa Tanjung Menang yang menjerat terdakwa Dardalena selaku Kepala Desa (Kades) Tanjung Menang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 236 juta, kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, dengan agenda mendengarkan keterangan lima orang saksi dari perangkat Desa Tanjung Menang, Selasa (20/12/2022).

Sidang diketuai oleh Majelis Hakim Sahlan Efendi SH MH serta dihadiri oleh tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Banyuasin dan dihadiri lima orang saksi Perangkat Desa Tanjung Menang secara langsung di persidangan.

Dalam fakta persidangan Saksi Anita selaku Bendahara Desa Tanjung Menang Kabupaten Banyuasin mengatakan, Tidak ada pembukuan terkait keluar masuknya anggaran semua anggaran Kades yang mengelola, setiap anggaran yang digunakan untuk pembangunan Desa diantaranya pembangunan Tugu Batas Desa, jalan Poros Desa, pembangunan dua unit MCK dan pembangunan pagar jembantan tahun anggaran tahun 2020, di mulainya pembangunan dimulai pada bulan April.

“Saya tidak mengetahui dan tidak membuat laporan keuangan karena saya tidak pernah diperintah dan yang mengelola keuangan sepenuhnya dilakukan oleh Kades selaku penanggung jawab keuangan,” ujar Bendahara.

Pembangunan los pasar Desa Tanjung Menang dibangun sebanyak 40 unit, bahkan para saksi tidak mengetahui terkait penahanan terhadap Kades Tanjung Menang

Sementara itu salah satu saksi Supardi yang menjabat selaku Sekretaris Desa (Sekdes) mengatakan terkait perencanaan pembangunan Desa Tanjung Menang saksi mengatakan mengetahui namun sepenuhnya dilakukan oleh Kades dan saya tidak mengetahui terkait penerbitan SPJ Desa Tanjung Menang.

“Untuk kwitansi pembangunan Los pasar ada dan berdasarkan pengajuan dari Kades, pada saat itu PPK adalah Sukri selaku Kepala Tukang, untuk pembelian kendaraan bermotor tidak ada,” ungkap Sekdes.

Dalam dakwaan terdakwa Dardalena yang menjabat selaku Kades Desa Tanjung Menang didakwa telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp 236 juta.

Bacaan Lainnya
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait