Reporter : Puput Novel
PALI, Mattanews.co – Kegiatan rutin Upacar Pengibaran Benderah Merah Putih di seluruh Sekolah Tanah Air Republik Indonesia (RI), merupakan kegiatan rutin setiap hari Senin yang tidak perna di tinglakan. Seperti yang dilakukan oleh murid Sekolah Dasar SD Negeri 3 Tanah Abang, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), meskipun kondisi dalam keadaan banjir yang merendam sekolahnya muridnya hanya bisa mengibarkan Bendera Merah Putih saja.
Hal tersebut karena seminggu terakhir hujan terus menguyur Wilayah Kabupaten PALI, selain berdampak permukiman penduduk disejumlah desa terendam air, juga berdampak terhadap aktivitas sejumlah sekolah tidak bisa menggelar upacara kenaikan Bendera merah putih di hari Senin.
Seperti terlihat di SD Negeri 3 Tanah Abang, Kabupaten PALI pihak sekolah terpaksa tidak menggelar upacara kenaikan Bendera merah putih karena halaman upacara terendam air banjir mencapai 50 centimeter dan siswanya hanya menaikan bendera merah putih saja.
Hal tersebut diungkapkan Kepala SD Negeri 3 Tanah Abang, Matdarusalam, SPd menjelaskan bahwa pihaknya terpaksa tidak menggelar upacara bendera merah putih di hari Senin karena ketinggian air cukup tinggi merendam halaman lapangan upacara dan hanya melibatkan tiga siswanya untuk menaikan bendera merah putih.
“Sudah seminggu banjir merendam halaman sekolah dan upacara tidak dilakukan, namun kegiatan belajar mengajar normal seperti biasanya, tetap kita laksankan dengan normal seperti biasa,” ungkap, Matdarusalam.
Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI, Junaidi Anuar mengatakan bahwa terdapat 10 desa yang berada di bantaran Sungai Lematang terkena dampak banjir luapan air sungai Lematang sejak sepekan terakhir akibat tingginya curah hujan.
“Kita akan bantu air bersih dari BPBD dan Damkar kemudian memberikan pelayanan kesehatan serta posko terpadu 1×24 jam, serta melibatkan sejumlah petugas untuk terus memantau pergerakan debit air,” pungkasnya.
Editor : Anang














