Reporter : Mateus Tekege

NABIRE PAPUA, Mattanews.co – Kondisi anak-anak pecandu di Nabire semakin meresahkan para orang tua disana, sehingga pergerakan Bapak Amos Yeninar, berhasil merekruitmen masuk ke dalam panti asuhan dan setidaknya sedikit mengurangi beban para orang tua di Kabupaten Nabire. Kamis, (28/05) di Nabire Papua.

“Seberapa jauh peran dan tanggung jawab keluarga terutama orang tua yang dapat diberikan kepada anaknya?,” tanya seorang pejuang sosial Paskalis Magai. Kamis, (28/05/2020) di Nabire Papua.

Kondisi anak, lanjutnya menjadi issu yang sensitif, dan bila tidak ada perhatian serius dari keluarga dan pemerintah, maka kemungkinan akan terjadi generasi yang terhilang. Mereka akan menjadi generasi tidak produktif dan menjadi objek dalam mengisi pembangunan.

“Beragam kondisi dan masalah yang sedang dialami oleh anak – anak di Nabire, dan soal itu menjadi perhatian serius dari semua kalangan,” jelasnya.

Pasalnya kata Paskalis Magai, Anak-anak ini yang seharusnya hidup di dalam rumah, dan dinafkahi oleh kedua orang tua, namun kini menjadi problem karena sebagian dari mereka mengalami ketidak beruntungan, dan atau salah pergaulan sehingga harus tinggal terkatung-katung di jalan-jalan, perempatan, ruko, di pasar hingga tinggal di taman-taman kota di kabupaten Nabire.

Kebiasaan menghirup cairan adiktif dari lem fox/Aibon, dan mabuk-mabukan membuat kondisi tubuh mereka kian terpuruk, sakit-sakitan, hingga tubuh fisik mereka menjadi kerdil dan kurus. Apalagi terutama anak-anak perempuan sangat rentang mengalami kekerasan seksual, kondisi ini menjadikan mereka korban atas tindakan pelaku dari sesama teman-teman atau orang lain yang memanfaatkan kondisi yang mereka alami.

Magai, mengatakannya perlindungan terhadap anak jalanan atau anak terlantar sangat minim. Hal ini terlihat dari pengalaman anak –anak yang berada di jalanan hampir semua bentuk kekerasan dan pelecehan pernah mereka alami, dari pemukulan, pemerasan, penodongan, penggarukan, ancaman, sampai perkosaan atau pelecehan seksual, atau juga korban narkoba.

Sedangkan bentuk lain yang juga sangat rawan dan memprihatinkan bagi perkembangan jiwa si anak adalah adanya perlakuan perkosaan, dan pelecehan seksual yang hampir pernah dialami oleh sebagian besar anak jalanan yang dimaksud.

Nabire sebagai kabupaten tempat suplay barang ke beberapa kabupaten di pegunungan tengah Papua Bagian Barat, Kabupaten Nabire selalu menjadikan kota yang ramai untuk di kunjungi.

Hal ini terbukti mobilitas manusia dari kabupaten Intan Jaya, Puncak Papua, Panian, Deyai, dan Dogiyai, cukup tinggi ke Kabupaten Nabire sehingga warga dari pedalaman memberikan dampak yang signifikan bagi pertumbuhan di Nabire. Kini warga lokal dari pedalaman dihadapkan dengan masalah sosial membuat mereka berputar dalam lingkaran kemiskinan yang baru.

Pengaruh sosial yang signifikan membuat orangtua mereka ikut-ikutan main togel,  main judi, berbanding dengan tidak ada lapangan kerja karena keterbatasan pengetahuan (life skill), hal ini membuat Kebiasaan berkebun ditinggalkan, kebiasaan berternak menjadi jarang karena persaingan warga cukup tinggi.

Hal ini berdampak kepada kehidupan keluarga mereka, terutama soal pengasuhan anak di dalam keluarga dimana anak -anak tidak diurus dengan baik, mereka meninggalkan sekolah, meninggalkan pembinahan Di gereja dan terjebak dalam pergaulan sosial yang buruk.

Di lain sisi ada pelayanan yang telah diberikan dari yayasan, seperti Penggiat sosial dan pelayan Tuhan. Bapak Amos Yeninar, berhasil memberikan perhatian dengan pelayanan dilakoninya bagi anak-anak yang kurang beruntung, Kini pelayanan anak pada yayasan Siloham Papua milik pak Amos Yeninar dalam panti asuhan berjumlah dua anak dan luar panti asuhan berjumlah 25 snap.

“Kita berharap dari berbagai stakeholder perlu adanya dukungan dengan membangun kepekaan social antar sesama wilayah adat meepago, sistem layanan yang memadahi, kebijakan afirmatif yang menyentuh, hingga regulasi yang mengikat sehingga pelayanan itu benar-benar tersentuh dan dirasakan sesuai dengan harapan kami,” harapnya.

Editor : Fly

 72 Total Pembaca

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :