Reporter : Nasir
Banyuasin, Mattanews.co – Di bawah kepemimpinannya, Bupati Banyuasin Askolani Jasi mempunyai rencana besar untuk membangun jalan poros. Jalan ini membuka akses kecamatan di daerah perairan di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel), Sabt, (18/1/2020).
Selain menyelesaikan tujuh jalan poros yang siap dibangun tahun 2020 ini.
Satu lagi jalan poros yang tengah direncanakan, yakni jalan poros penghubung dari Kecamatan Karang Agung Ilir.
Jalan ini menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin Sumsel. Sehingga mempermudah ke Kota Pangkalan Balai ataupun ke Kota Palembang.
Rencananya, pembangunan jalan poros ini akan menggunakan sebagian lahan Kawasan Taman Nasional Sembilang (TNS) yang mencapai luas 12 Hektar.
Untuk mendapatkan izin dalam penggunaan lahan kawasan TNS ini, Bupati Banyuasin Askolani Jasi melalui Wakil Bupati (Wabup) Slamet, Asissten Kosarudin, Kadis Perkimtan Zulkifli, Wakil Ketua DPRD Sukardi serta Kepala Desa.
Mereka didampingi perwakilan warga masyarakat dari Kecamatan Karang Agung Ilir, untuk bertemu dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekososistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
Pertemuan ini dalam rangka mengajukan usulan penggunaan sebagian lahan Kawasan Taman Nasional Sembilang, untuk akses pembuatan jalan poros penghubung tersebut.
Kecamatan Karang Agung Ilir merupakan Kecamatan baru hasil pemekaran dari Kecamatan Banyuasin II. Dimana, tempatnya jauh terpencil, merupakan wilayah eks transmigrasi tahun 1980-an.
Saat ini salah satu kecamatan lumbung pangan penghasil padi di Kabupaten Banyuasin.
Dengan terbukanya akses jalan nantinya akan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta mempermudah akses transportasi dan membuka keterisoliran daerah ini, guna mewujudkan Visi dan Misi Bupati Askolani menuju Banyuasin Bangkit, Adil,Sejahtera dan religius.
Bupati Askolani mengatakan, pihaknya tengah merencanakan pembangunan jalan poros Kecamatan Karang Agung Ilir, Kecamatan Tungkal Ilir dan Kecamatan Muara Telang serta Sumber Marga Telang.
Di samping tujuh jalan poros yang segera di bangun tahun 2020 ini dengan anggaran Rp 288 Miliar.
“Khusus jalan poros Karang Agung Ilir ini, rencana pembangunannya akan menggunakan sebagian lahan Kawasan Taman Nasional Sembilang seluas 12 Hektar sehingga bisa tembus ke Pelabuhan Tanjung Api-Api,”ujarnya, Sabtu (18/1/2020).
Menurutnya, penggunaan lahan TNS ini harus izin Menteri Lingkungan Hidup. Dia pun meminta Wabup Banyuasin dan beberapa OPD, untuk berkonsultasi dan menyampaikan permohonan izin dalam penggunaan lahan TNS tersebut.
Dia berharap ini mendapat izin sehingga rencana ini bisa dilaksanakan.
Dijelaskan Askolani, membuka akses jalan merupakan langka strategis untuk membuka keterisolasian dan mempermudah akses transportasi sehingga dapat menghidupkan perekonomian masyarakat.
“Saya yakin kalau jalan poros ini terbuka, maka perekonomian akan meningkat dan masyarakat akan sejahtera, karena semua hasil bumi masyarakat bisa dijual ke luar dengan biaya murah, “harap Askolani.
Selain itu, jalan poros yang tengah direncanakan juga yakni jalan poros Tungkal Ilir dan jalan poros Muara Telang dan Sumber Marga Telang.
“Kalau semua jalan poros ini dapat dilaksanakan, maka persoalan selama ini akan teratasi dan tentu akses masyarakat akan semakin mudah. Mohon doa dan dukungannya dari seluruh masyarakat agar rencana besar ini bisa berjalan sesuai rencana, mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat,” ucapnya.
Editor : Nefri













