MATTANEWS.CO, SULBAR, – Bersama Sarang Burung Walet, Porang merupakan salah satu komoditas prioritas Kementerian Pertanian (Kementan) yang dikembangkan secara optimal untuk mendorong peningkatan ekspor di dalam negeri.
Sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian ini, maka Karantina Pertanian Mamuju selaku koordinator Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) di Sulbar, menyelenggarakan Bimbingan Teknis Budidaya dan Percepatan Ekspor Komoditas Porang di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Wakil Bupati Majene, Arismunandar saat membuka kegiatan memberikan apresiasi kepada Karantina Pertanian Mamuju, dan mendukung program strategis Kementerian Pertanian yaitu Gratieks.
“Budidaya porang di Majene terdapat di Desa Bukit Samang Kecamatan Sendana sebanyak 8.000 umbi dengan luas 1 Ha, dan Kelurahan Baruga Kecamatan Banggae Timur sebanyak 34.000 umbi dengan luas 5 ha,” ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan tersebut, dirinya berharap dapat bersama-sama membangun pertanian Majene. “Pemda akan terus bersinergi, berkoordinasi dan menyelaraskan program-program pemerintah pusat dengan daerah agar Gratieks mampu membangun pertanian demi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Majene,” harapnya.
Wakil Rektor II Unsulbar, Anwar Sulili mewakili Rektor Unsulbar mengatakan, kegiatan tersebut sangat monumental dan fundamental dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami memiliki mahasiswa dan dosen yang siap mendampingi petani dalam rangka memberikan pendampingan terhadap pengembangan komoditas porang di Sulbar,” katanya.
Sementara, Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono mengatakan bahwa, kegiatan tersebut merupakan langkah untuk memberikan dukungan teknis kepada petani porang, agar memperoleh pemahaman terkait budidaya porang yang berorientasi ekspor.
“Pemberian materi yaitu terkait tata cara peningkatan produksi dan budidaya komoditas porang, dukungan riset dan strategi pemerintah, hingga bagaimana porang tersebut bisa diekspor,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Pusat Karantina Tumbuhan, Peneliti, Akademisi Unhas dan Unsulbar, Dinas Teknis terkait Provinsi dan Kabupaten serta dihadiri oleh Ketua DPRD Majene, Kodim 1402 Majene, dan Petani Porang.
Usai kegiatan peserta mengunjungi kebun porang sebagai rangkaian sesi tanya jawab agar petani memperoleh jawaban yang lebih teknis dan mudah dipahami. (*)














