Pengisian Jabatan PAW Wabup, Kabag Tata Pemerintahan Tulungagung Berikan Penjelasan

Kabag Tata Pemerintahan Kabupaten Tulungagung, Agoes Suswantoro, Senin (21/6) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah kabupaten Tulungagung menyampaikan pengisian kekosongan jabatan Pergantian Antar Waktu (PAW) Wakil Bupati (Wabup) hingga kini sudah berproses.

Seperti diketahui Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan telah mengeluarkan instruksi kepada Calon Wabup Tulungagung Gatut Sunu Wibowo. Sedangkan hingga kini Partai pengusung lainnya Nasional Demokrat (NasDem) masih belum mengeluarkan rekomendasi nama calon.

Bacaan Lainnya

Demikian, dikatakan oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Tulungagung Agoes Suswantoro kepada mattanews.co di ruang kerjanya, Senin (21/6/2021) Pagi.

“Iya benar, masih proses sembari menunggu calon nama rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem,” kata Dia.

Namun meski demikian, kata Agoes setelah menerima surat instruksi Cawabup dari PDI Perjuangan yang disampaikan Bupati Tulungagung maka kita tindaklanjuti.

“Buktinya, Pak Bupati memberikan instruksi kepada kita (Tata Pemerintahan red.) agar ditindaklanjuti lebih dalam,” Agoes menambahkan.

“Sudah, kita melakukan kajian dan studi banding beberapa pekan lalu ke Biro Pemerintahan Provinsi Jawa Timur dan sudah menghadap Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD, dan Hubungan antar Lembaga (FKDH) Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kementrian dalam negeri (Kemendagri) bersama instansi terkait,” imbuhnya.

Kabupaten Tulungagung memiliki progres lebih cepat daripada kota/kabupaten yang mengalami hal sama terkait pengisian kekosongan jabatan PAW Wabup ada lima daerah di Provinsi Jawa Timur diantaranya Kota Kediri, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Pamekasan dan lainnya.

Hasil kajian serta studi banding tersebut lebih lanjut tutur Dia menjelaskan sebagai acuan dalam memproses tahapan pengisian jabatan PAW Wabup Tulungagung.

“Harus ada dua nama Cawabup dari masing-masing partai pengusung baik PDI Perjuangan dan Partai NasDem itu harga mati,” terangnya.

“Sesuai amanat Undang-undang nomor 10 Tahun 2016 Pasal 176 ayat 2 Partai Politik atau gabungan partai politik pengusung mengusulkan dua orang Calon Wakil Bupati kepada DPRD melalui Gubenur untuk dipilih dalam Sidang Paripurna,” sambung Mantan Camat Karangrejo Kabupaten Tulungagung sembari tersenyum.

Semenjak tanggal 26 September 2019 Wabup dilantik Bupati Tulungagung lebih dalam papar Dia masih melanjutkan maka terjadi kekosongan Wabup.

“Wacana Wabup memang ada, hingga kini sedang proses artinya pihak DPRD Tulungagung sudah mempersiapkan Tatib , kemudian kita (Bagian Tata Pemerintahan red.) sudah melayangkan surat agar segera Partai NasDem mengeluarkan satu nama calon Wabup yang direkomendasikan,” Agoes memaparkan.

Kata Dia, pengisian kekosongan jabatan PAW Wabup Tulungagung tidak ada calon tunggal.

“Begini, kalau tetap satu nama semisal rekomendasi cawabup PDI Perjuangan Gatut Sunu Wibowo tidak bisa berangkat sendiri, tetap harus menunggu dari Partai NasDem sesuai amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 176 ayat 2 harus dua nama yang diusulkan,” jelas Agoes.

“Semisal, Cawabup PDI Perjuangan Gatut Sunu Wibowo diberi rekomendasi dari kedua partai pengusung ini juga tidak boleh, jadi intinya masing masing partai pengusung harus mengusulkan nama yang sudah mendapat rekomendasi,” imbuhnya.

Bicara waktu, tidak bisa kita pastikan karena semua berproses dalam artian mungkin proses bisa cepat atau lambat, atau beberapa waktu kedepan NasDem sudah mengeluarkan calon yang direkomendasi DPP.

Kalau memang sudah mengeluarkan calon nama dari NasDem kemudian masuk ke Bupati lebih dalam terang Dia maka kedua partai ini membuat kesepakatan itu tersebut dari kedua nama berdasarkan rekomendasi tersebut untuk didaftarkan yang bersangkutan kepada di DPRD Tulungagung untuk Agenda Paripurna.

“Sekali lagi saya tegaskan saat ini masih berproses, dan sekarang masih di partai belum masuk ranah Pemkab,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait