MATTANEWS.CO, JAMBI – Upaya memperkuat kualitas aparatur sipil negara (ASN) terus dilakukan. Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi mengikuti kegiatan koordinasi penilaian kompetensi yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum secara daring melalui Zoom, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan ini diikuti langsung oleh Jonson Siagian, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Ermasdon, serta tim sumber daya manusia Kanwil Kemenkum Jambi sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan penilaian kompetensi ASN tahun 2026.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam memastikan pelaksanaan penilaian kompetensi berjalan optimal, sekaligus sebagai tindak lanjut kebijakan pengelolaan ASN berbasis sistem merit yang menekankan profesionalisme, objektivitas, dan akuntabilitas.
Dalam pembahasan, berbagai aspek teknis dikupas secara menyeluruh, mulai dari mekanisme pengusulan peserta, tahapan pelaksanaan, hingga penguatan koordinasi antar unit kerja. Hal ini bertujuan agar proses penilaian kompetensi dapat berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran.
Penilaian kompetensi ASN sendiri merupakan instrumen penting dalam pengembangan karier pegawai serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Hukum. Melalui sistem ini, setiap pegawai diharapkan dapat ditempatkan sesuai dengan kemampuan dan keahliannya.
Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM Hukum, Eva Gantini, menegaskan bahwa penilaian kompetensi memiliki peran krusial dalam meningkatkan kinerja organisasi.
“Penilaian kompetensi menjadi langkah penting untuk memastikan setiap pegawai berada pada posisi yang sesuai dengan kapasitasnya. Dengan demikian, kinerja organisasi dapat semakin optimal dan profesional,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya sinergi antara unit pusat dan kantor wilayah, khususnya dalam kesiapan data dukung serta partisipasi aktif seluruh peserta yang diusulkan.
Keikutsertaan Kanwil Kemenkum Jambi dalam kegiatan ini menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas SDM melalui pengelolaan kompetensi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung lancar dan interaktif, serta diharapkan menjadi langkah awal dalam menyukseskan pelaksanaan penilaian kompetensi ASN tahun 2026 secara optimal, guna mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi.














