BERITA TERKINI

Peran Serta Jurnalis dalam Mewujudkan Tulungagung Layak Anak Melalui Pemberitaan Ramah Anak

×

Peran Serta Jurnalis dalam Mewujudkan Tulungagung Layak Anak Melalui Pemberitaan Ramah Anak

Sebarkan artikel ini
Bappeda menggelar Focus Group Discussion (FGD) Peran serta jurnalis dalam mewujudkan Tulungagung Layak Anak melalui Pemberitaan Ramah Anak, Kamis (7/4) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah kabupaten Tulungagung melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertempat di ruang rapat setempat, Kamis (7/4/2022) Pagi.

“Jadi begini, FGD ini digelar sebagai upaya mewujudkan Tulungagung layak anak melalui pemberitaan ramah anak,” kata Plt Kepala Bappeda Kabupaten Tulungagung Erwin Novianto, S.T., M.T., melalui Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Sri Wahyuni di awal diskusi tersebut.

“Peran serta jurnalis dalam menyamakan pemahaman terkait pemberitaan yang ramah terhadap anak, hal ini sangat penting,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, dalam forum ini sudah ada 244 Desa di Kabupaten Tulungagung telah menjadi Desa Layak Anak yang ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa.

Setiap Desa Layak Anak tersebut akan bersinergi dalam mengupdate profil anak. Setiap forum desa anak aktif dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDesa).

“Setiap desa layak anak merupakan jejaring Unit Layanan Terpadu (ULT) Perlindungan Sosial Anak Integratif (PSSI) yang memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Kekerasan Layak Anak,” ujarnya.

“Semua anak di setiap desa telah mendapatkan pendidikan formal dan non formal termasuk program Pendidikan gratis,” sambungnya.

“Perkawinan anak di masing-masing desa cenderung menurun di tahun 2017-2018,” Sri Wahyuni menambahkan.

Lebih lanjut Sri Wahyuni menjelaskan, dengan adanya diskusi bersama insan media ini sehingga terdapat satu pemahaman bersama terhadap pemberitaan anak harus lebih ramah lagi dan tidak menempatkan anak sebagai objek pemberitaan.

“Dengan demikian, peran serta insan media baik itu cetak, online, maupun elektronik dalam memberitakan persoalan terhadap anak diharapkan lebih ramah, santun, dan tidak terlalu vulgar,” terangnya.

“Para insan media, dalam menayangkan sebuah pemberitaan mengedepankan etika dan empati dalam penulisan berita terhadap anak,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Tulungagung M. Aminun Jabir mengatakan FGD ini merupakan forum diskusi dalam mewujudkan peran serta jurnalis dalam mendukung Kabupaten Layak Anak.

“Menginformasikan kerentanan kepada masyarakat untuk mendorong kehati-hatian. Selain itu memberikan informasi dampak ke masyarakat dengan tujuan edukasi,” kata Pria juga Pimpred Media Cyber Asia Federasi itu saat menjadi nara sumber itu.

“Disamping itu menginformasikan data, trend, perbandingan (Memanfaatkan momen untuk edukasi) bukan mengunggah satu kasus yang melanggar kode etik dan mengancam anak,” imbuhnya.

“Menghubungkan masalah anak pada cross cutting isu nasional tujuan mengadvokasi para pihak,” M. Aminun Jabir menambahkan.

Ia menambahkan, kepada jurnalis yang hadir dalam forum diskusi ini agar bisa merubah bad news sebagai good news.

Sehingga mendorong media ramah anak dalam artian tidak ada pornografi, kekerasan, atau hal yang berdampak buruk terhadap anak termasuk hoaks.

“Anak menjadi korban komersialisasi media dengan membuka risiko anak mendapatkan perlakuan salah,” tambahnya.

“Anak mendapatkan keuntungan dari media sosial bukan menjadi korban media sosial,” sambungnya.

Pantauan mattanews.co FGD yang digelar Bappeda Kabupaten tersebut menghadirkan Nara Sumber antara lain Ketua PWI Kabupaten Tulungagung M.Aminun Jabir, Winny Isnaini selaku Pemerhati Anak, dan selaku moderator diskusi Kabid Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Sri Wahyuni. Selain itu, dihadiri para jurnalis dari media mainstream di Kabupaten Tulungagung.

Forum tersebut diakhiri dengan membuka sesi tanya jawab bersama jurnalis sekaligus mendapatkan jawaban dari para Nara Sumber.