PH Komarudin : Klien Kami Tidak Pernah Terima Surat Panggilan Polisi dan Saat Kejadian Sedang Pengobatan Diabetes

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, OGAN ILIR – Bergulirnya perkara pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyeret nama Komarudin alias Heru, dibantah keras penasehat hukumnya, Maulana Oktaviano SH dan Al Kosim SH di Polres Ogan Ilir, Rabu (15/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan keterangan klien kami perkara yang dilaporkan korban, tidak benar sama sekali. Pasalnya, tanggal yang disebutkan saat kejadian di Desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Utara, OKI pada Sabtu (17/7/2021) pukul 22.30 WIB, kliennya (Komarudin-red) berada bersama keluarganya, karena masih dalam pengobatan Diabetes,” jelas Maulana Oktaviano SH dan Al Kosim SH.

Dikatakan Maulana, saat kejadian kadar gula kliennya masih tinggi.

“Dimulai tanggal 16 Juli 2021 hingga tanggal 18 Juli 2021, klien kami sedang berobat. Sebab kadar gulanya tinggi dan harus mendapat pengobatan, jadi harus rawat jalan,” ungkapnya.

Mualana menambahkan, kliennya tidak bermaksud mangkir dari panggilan penyidik, hanya untuk menghindari jerat hukum.

“Klien kami tidak merasa menerima surat panggilan yang dikirim penyidik. Saat penjemputan paksa, tentu membuat keluarga klien kami shock,” tukasnya.

Dijabarkan Maulana, HR ini merupakan suami dari Jumahara alias Siwil, terpidana berdasarkan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan pada tanggal 12 Juli 2021.

“Kini suaminya (Jumahar alias Siwil-red) masih menjalani hukuman selama enam bulan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Kayuagung,” urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, HR mengadukan Komarudin ke Polres Ogan Ilir, karena diduga melakukan pencurian dengan kekerasan di rumah korban, Desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Utara, OKI pada Sabtu (17/7/2021) pukul 22.30 WIB.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait