MATTANEWS.CO,PALEMBANG -Penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), di SMAN Plus 17 Palembang sudah berjalan sejak dua tahun terakhir ini. Pada tahun ajaran lalu Sekolah ini sudah menerapkan IKM kepada siswa kelas 10. Jadi di tahun ini ada dua angkatan yang menjalani IKM yaitu kelas 10 dan kelas 11. Adapun projek di IKM sendiri sudah berjalan pada beberapa waktu lalu dan telah di tampilkan dalam bazar.
“Projek pada semester pertama ini bertujuan untuk kegiatan wirausaha. Melalui topik dengan tanaman herbal yang di olah menjadi berbagai produk kreatif. Melalui projek ini siswa dapat melakukan kegiatan wirausaha serta memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar mereka,” kata guru di SMAN Plus 17 Palembang Rahmi Bayu SPd MSi saat dijumpai di lingkungan sekolah Kamis (12/10/2023).
Lebih jauh ia mengatakan, projek pertama sudah selesai dilakukan dan telah dilaksanakan bazar pada 26 September tadi. Dalam satu kelas terdiri dari tiga sampai empat kelompok. Pemilihan kelompok juga berdasarkan kemampuan dan keterampilan dari masing-masing siswa di kelas. Nantinya akan ada guru pendamping di tiap kelas yang akan mengarahkan siswa dalam membuat projek tersebut berjalan sesuai arahan.
“Kita lakukan survei awal dalam pemilihan siswa yang masuk dalam tiap kelompok. Dari survei awal ini di dapatkan data mau kearah mana produk kreatf yang dibuat dan kesamaan minat dari tiap siswa. Sehingga projek ini akan dapat berjalan dengan lancar saat berlangsung,” jelas dia
Dalam satu projek dibutuhkan waktu sebanyak 130 jam pelajaran atau selama tiga pekan. Inti projek ini sendiri membuat herbal dari tumbuhan bisa berbagai produk kreatif. Seperti kripik jahe, linlin aromaterapi,parfum dan kit khusus bertanam herbal dan berbagai produk lainnya.
Kita ada dua hari pelaksanaan uji coba produk yang dihasilkan oleh para siswa. Serta ada prototipe produk yang dihasilkan. Jika sudah dinyatakan aman dan layak baru kita akan membuka bazar. Disinilah para siswa akan melatih jiwa wirausaha di dirinya,” ungkapnya.(Adi)















