BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Saleh Siknun : JP2F Hadir Fungsikan Perempuan Fakfak Sebagai Motor Perubahan

×

Saleh Siknun : JP2F Hadir Fungsikan Perempuan Fakfak Sebagai Motor Perubahan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, FAKFAK – Organisasi Jaringan Perempuan Perubahan Fakfak (JP2F), terlah terbentuk di kabupaten Fakfak dengan menggelar kegiatan awal dalam rangka memperingati Hari RA Kartni.

“JP2F hadir dengan komitmen untuk mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Fakfak,” ungkap Pendiri JP2F, H Saleh Siknun, SE, ada kegiatan yang dilaksanakan dalam memperingati Hari RA Kartini tahun 2025 di Gedung Kini, Jumat (18/4/2025).

Saleh Siknun dalam sambutannya kegiatan tersebut menegaskan JP2F lahir sebagai respons crew atas kerinduan banyak ibu-ibu di Fakfak untuk terlibat lebih aktif dalam pembangunan daerah.

“Ibu-ibu selama ini hanya dilibatkan di bagian belakang, seperti konsumsi. Hari ini kita ingin membuktikan bahwa ibu-ibu juga bisa berada di depan, menjadi motor perubahan yang dimulai dari rumah,” ujarnya.

Disampaikannya, JP2F melibatkan komunitas ibu-ibu, koperasi perempuan dan pemerhati sosial. hadir dengan semangat mendukung visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Fakfak Samaun Dahlan – Donatus Nimbitkendik khususnya dalam menyukseskan 32 program prioritas daerah.

“Salah satu bentuk nyata kontribusi JP2F adalah pelibatan aktif perempuan dalam sektor UMKM dan ketahanan pangan,” urainya.

Saleh Siknun kemudian menjelaskan, sebagian besar pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan ini telah memiliki sertifikasi, dan pihaknya siap mendorong proses legalitas bagi yang belum. Selain itu disebutkanbya bahwa, kesiapan kelompok perempuan untuk mendukung program makan bergizi gratis, khususnya bagi pendamping pasien.

Lebih lanjut disampaijan bahwa, Pemerintah butuh telur, ibu-ibu siap bertelur, dalam arti, siap bentuk kelompok peternak ayam petelur.

“Kita juga bisa berkebun, supaya sayur-sayuran tidak perlu lagi didatangkan dari luar. Semua bisa dihasilkan di sini dengan kolaborasi yang baik antara JP2F dan OPD,” tuturnya.

JP2F juga perhatian pada persoalan sosial, seperti maraknya pergaulan bebas dan putus sekolah di kalangan remaja perempuan.

“Masih kita temukan anak-anak perempuan yang putus sekolah karena hal-hal tertentu. Maka, ibu-ibu harus hadir sebagai pengawas di rumah sebagai bagian dari solusi. Ini tugas kita bersama,” tegas H. Saleh Siknun.

Ia berharap kegiatan Hari Kartini yang diinisiasi JP2F ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara perempuan dan pemerintah daerah, dalam mewujudkan perubahan yang dimulai dari lingkup terkecil, rumah tangga.