Satgas Korsupgah KPK Sambangi Pemkot Medan

  • Whatsapp
Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Satgas Korsupgah) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Wilayah 1 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), menyambangi kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Medan Sumut (Dok. Humas Pemkot Medan / Mattanews.co)
Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Satgas Korsupgah) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Wilayah 1 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), menyambangi kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Medan Sumut (Dok. Humas Pemkot Medan / Mattanews.co)

MATTANEWS.CO, MEDAN – Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Satgas Korsupgah) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Wilayah 1 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), menyambangi kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Medan Sumatera Utara (Sumut).

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota (Wako) Medan Akhyar Nasution di Balai Kota Medan, Jumat (5/2/2021).

Bacaan Lainnya

Plt Wako Akhyar Nasution mengatakan, kedatangan satgas KPK yang dipimpin Kasatgas Korsupgah KPK Wilayah 1 Sumbagut Maruli Tua Manurung beserta tim, guna melakukan monitoring dan evaluasi (Monev). Yang terkait realisasi program Monitoring Center for Prevention (MCP) oleh KPK RI.

Dia berharap, seluruh organisasi pimpinan daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Medan, dapat menjaga amanah tugas yang diemban.

Terutama dalam menjaga dan mengelola aset-aset daerah yang ada. Terlebih, pengelolaan aset merupakan sesuatu hal yang kerap rentan dan rawan menjadi celah terjadinya tindak pidana korupsi.

“Memberikan yang terbaik untuk Kota Medan, harus menjadi keinginan dan tekad kita bersama. Dengan program ini, harapan kita adalah memutus rantai dan mencegah terjadinya kembali tindak pidana korupsi dari segala sisi terutama dalam managemen aset daerah,” katanya.

Kasatgas Korsupgah KPK Wilayah 1 Sumbagut Maruli Tua Manurung mengungkapkan, pentingnya penilaian MCP bagi pemerintah daerah. Apalagi, Kota Medan adalah kota terbesar ketiga di Indonesia. Dia berharap presentase capaian MCP Pemko Medan dapat lebih ditingkatkan melalui kinerja OPD.

“Mencapai nilai MCP yang baik bukan tidak mungkin. Apalagi untuk Kota Medan, yang merupakan kota besar ketiga di Indonesia. MCP ini juga menjadi bentuk keseriusan kita dalam bekerja, untuk terus berbenah dan menjalankan setiap tugas dengan dan sesuai aturan,” ucapnya.

Diungkapkan Maruli, kehadiran MCP bertujuan untuk membangun suatu kerangka kerja untuk memahami elemen tugas yang beresiko korupsi.

Dengan tujuan, OPD mendapat gambaran strategis dan prioritas rekomendasi yang akan menjadi arahan bagi upaya pencegahan rasuah (korupsi).

“Adapun fokus MCP mencakup pada pencapaian program perencanaan dan penganggaran APBD, barang jasa dan Layanan Terpadu Satu Pintu,” ujarnya di Pemkot Medan.

Lalu, penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), managemen ASN, optimalisasi pajak daerah, managemen aset daerah dan tata kelola dana desa.

 

*****

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait