BERITA TERKINIHUKUM & KRIMINAL

Satu dari Dua Pelaku Jambret Ditindak Tegas Tim ‘Beguyur Bae’

×

Satu dari Dua Pelaku Jambret Ditindak Tegas Tim ‘Beguyur Bae’

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Belum 1 X 24 jam Tim “Beguyur Bae” Sat Reskrim Opsnal Unit Ranmor Polrestabes Palembang pimpinan Ipda Jhoni Palapa, berhasil menangkap satu dari dua pelaku jambret, di atas Jembatan Ogan Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan SU I Palembang, Sabtu (27/3/2021) malam. Atas petunjuk sepeda motor yang tertinggal dilokasi kejadian, akhirnya Hermanto alias Man Pesek (37) warga Jalan Kemas Rindo Lorong Rawa Rawa Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati Palembang meringkuk dibalik jeruji besi sel tahanan, Senin (29/3/2021).

“Benar anggota kita berhasil menangkap salah satunya, kini kami masih memburu rekannya, NP. Doakan saja dalam waktu dekat ini tertangkap,” terang Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, melalui Wakasat Reskrim, Kompol Wahyu Maduransyah Putra didampingi Kanit Ranmor, Iptu Ikhsan, saat dikonfirmasi wartawan.

Dikatakan Kanit Ranmor, tersangka Man Pesek, terpaksa diberikan tindakan tegas terukur, dikarenakan melakukan perlawanan saat akan ditangkap di Jalan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati.

“Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik. Turut kami menyita barang bukti satu baju kaos warna merah, satu celana panjang warna orange, satu kotak HP merek Oppo A 11K dan 1 unit sepeda motor Honda Beat BG 4087 ABO yang digunakan pelaku saat beraksi untuk penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Iptu Ikhsan, sembari menambahkan tersangka akan dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara diatas 5 tahun.

Kepada petugas, tersangka Man Pesek mengaku sebagai pilot dari aksi jambret.

“Awalnya saya dijemput NP pakai motornya. Lalu dia mengajak saya menjambret. Kemudian kami jalan-jalan dulu ke arah Kampus, Jalan Pom IX kawasan PS Mall. Ketika melintasi lokasi kejadian, melihat korban meletakkan handphone di box bagian depan. Disaat itulah kami melancarkan aksi, namun sayang kami dikejar massa dan terjebak di gang buntu. Takut dihakimi massa, kami kabur terpisah sedangkan sepeda motor kami tinggal disana,” jelasnya malu, menundukkan kepala.

Diakui tersangka, dirinya nekat menjambret untuk beli sabu.

“Rencananya untuk nyabu pak. Saya sudah kecanduan pak,” tambahnya.