Adsafelink | Shorten your link and earn money

Reporter : Adi

PALEMBANG, Mattanews.co – Sampai saat ini sekolah di Palembang masih menunggu kebijakan pemerintah untuk bisa melakukan pertemuan tatap muka. Apalagi sekarang kondisi di Palembang masih masuk zona merah. Saat ini pertemuan tatap muka sangat dibutuhkan apalagi untuk sekolah kejuruan.

“Saat ini pihak kita belum mendapatkan arahan dari dinas terkait untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Tapi secara teknis pihak kami sudah mempersiapkan. Salah satunya dengan meminta persetujuan dari wali murid. Jika nantinya akan dilakukan pertemuan tatap muka,” kata Kepala SMKN Sumsel Rafly SPd MPd saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (8/9).

Selain itu jika beberapa waktu lagi dilaksanakan tatap muka. Maka jumlah siswa yang akan mendapatkan pembelajaran dalam satu waktu hanya sebanyak seperempat persen dari jumlah siswa yang ada dalam satu kelas. Misal siswa dalam satu kelas berjumlah 36. Maka dalam satu kali tatap muka maka 9 siswa saja yang hadir saat itu.

“Tapi ini hanya sebatas kesiapan saja semua kebijakan di putuskan oleh pemerintah dalam hal ini,” jelas dia.

Sementara itu Kepala SMKN 7 Palembang H Suparman SPd MSi mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan kebersediaan wali murid untuk melakukan kegiatan tatap muka. Tapi dari edaran gubernur terbaru. Maka pelaksanaan tatap muka kembali di undur. Sejauh ini hampir semua wali murid siswa SMKN ini menyatakan bersedia untuk melakukan tatap muka.

“Dari jumlah siswa kami sebanyak 1.123 siswa hanya satu orang wali murid yang keberatan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Tapi karena surat edaran terbaru dari Gubernur maka pelaksanaannya di undur,” kata dia.

Kesiapan sendiri sudah maksimal. Seperti tersedianya tempat mencuci tangan di tiap ruangan. Nantinya juga siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok dalam satu kelasnya. Jam belajar juga akan dibagi untuk tiap kelasnya masing-masing.

“Jika siswa mendapatkan 10 jam tiap harinya maka akan dibagi 3 sesi. Pelajaran juga akan dibagi ditiap sesinya. Sehingga siswa tidak bosan dan tentunya guru juga tidak akan kelelahan mengajar,” jelasnya.

Sedangkan untuk dunia industri sendiri sudah meminta ketersediaan siswa untuk melakukan magang. Tapi kembali pihaknya tidak mengizinkan siswanya untuk terjun ke dunia industri.

“Kami bukan menutup ruang hanya saja kondisi saat ini tidak memungkinkan. Tapi tentu saja bertahap siswa akan kembali bisa terjun ke dunia industri. Tentu saja dengan pola kesehatan saat ini,” jelasnya.

Editor : Chitet

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here