MATTANEWS.CO,KAPUAS HULU – Penemuan sosok mayat perempuan di dalam Perumahan Pondok II PT. Belian Estate Desa Nanga Seberuang Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat mengheboh warga sekitar.
Kronologis penemuan sosok mayat perempuan diketahui pada hari senin yanggal 23 Oktober 2023 sekira pukul 12.10 WIB di dalam perumahan Pondok II PT. Belian Estate Desa Nanga Seberuang Kecamatan Semitau.
Dengna Identitas korban bernama Hety Karmila kelahiran 1997 atau 26 tahun, dengan alamat Dusun Lidung, RT. 001 RW. 001 Ds. Benuis Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu.
Kapolres Kapuas Hulu AKBP Hendrawan mengungkapkan, sekira pukul 12.10 Wib, saksi atas nama Eviyanti bersama suaminya Wibi pergi ke perumahan pondok II PT. Belian Estate kediaman korban hendak memeriksakan kandungan Eviyanti.
“Saksi mengetuk pintu depan rumah korban dan memanggil – memanggil korban akan tetapi korban tidak menjawab. kemudian saksi saudari Eviyanti mencoba membuka pintu belakang (dapur ) dengan cara mendorong dan pintu tersebut bisa terbuka,” ungkap Kapolres
Setelah itu saksi Eviyanti masuk kedalam rumah dan melihat korban di dalam kamar dengan kondisi terlentang muka ngembang berwarna hitam, serta hidung dan mulut terdapat darah yang membeku serta kondisi korban menggunakan baju pendek warna krem yang sudah terangkat ke atas serta tidak menggunakan celana.
Setelah itu saksi Eviyanti berteriak meminta bantuan kepada tetangga menyampaikan bahwa korban telah meninggal dunia.
“Setelah itu salah seorang karyawan memberitahukan kejadian tersebut kepada Manager PT. PIP Belian Estate atas nama Markus, Manager PT. PIP Belian Estate melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semitau,” papar Kapolres.
Dari hasil pengecekan TKP oleh personil Polsek Semitau pada jarak kurang lebih 1 Meter dari TKP ditemukan dua jenis obat yaitu merk Omedrinat, merk Ambroxol Hydroc Hloride dan 2 ( dua) buah kedondong kecil serta korban mengeluarkan darah dibagian hidung, mulut dan zubur.
“Selain itu kamar korban pada saat ditemukan dalam kondisi berserakan dan ditemukan pecahan cermin kecil,” jelas AKBP Hendrawan.
Adapun hasil pemeriksaan visum oleh Tenaga Medis seorang dokter menerangkan bahwa korban atas nama Hety Karmila meninggal dunia sudah lebih dari 24 jam dan tidak di temukan tanda – tanda kekerasan.
Setelah di lakukan visum oleh tenaga medis selanjutnya pada pukul 21.00 Wib korban dibawa pulang oleh keluarga kerumah duka ke Desa Benuis Kecamatan Selimbau. (BAYU)














