Tinjau Pekerjaan Pembangunan Saluran Induk, Dewan Aceh Tamiang Temukan Adanya Addendum Kontrak

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang lakukan peninjauan lapangan di pekerjaan pembangunan saluran induk (primer) yang terletak di Dusun Bundar Kampung Kebun Tanah Terban Kecamatan Karang Baru, Rabu (13/10/2021).

Kabid Cipta Karya di Dinas Pupera Aceh Tamiang, Wan Zulham mengatakan bahwa, sebelumnya pekerjaan ini sudah habis kontrak di tanggal 01 Oktober 2021 kemarin, dan telah dilakukan adendum.

Bacaan Lainnya

“Masa waktu/hari adendum pekerjaan selama 28 hari dan sisanya tinggal 14 hari serta jika tidak selesai juga setelah 14 hari berjalan, maka akan dihitung denda 1/1000 atau permil dari anggaran yang belum digunakan dalam pekerjan”paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRK Aceh Tamiang, Miswanto menjelaskan, kalau melihat spek pekerjaannya belum ada masalah, cuma hanya masalah waktu pekerjaan saja.

“Masalahnya hanya sisa waktu yang dikerjakan apakah siap atau tidak dengan adendum yang telah dibuat,”katanya.

Saat disinggung, bagaimana pendapatnya terkait adanya perbedaan jenis batu yang dipasang didinding talud.

Ketua Komisi IV itupun menyebutkan, memang ada 2 jenis batu yang dipasang, ada batu gunung dan batu kali, kita sudah tanyakan kepihak perwakilan rekanan.

“Untuk batu tidak mesti batu kali atau koral, bisa batu gunung juga, tapi karena batu gunung tidak memadai makanya mereka mengambil batu kali dari Kota Binjai,”ungkapnya Miswanto saat mengkonfirmasi Mahdi dari perwakilan rekanan pelaksana.

Dikesempatan yang sama, Anggota Dewan Komisi IV, Fitriadi menjelaskan, adanya kesalahan dalam perencanaan awal karena, didalam perencanaan pekerjaan tersebut belum memiliki izin dari pihak Perusahaan PT. Minamas Plantation.

“Permasalahan itu mengakibatkan para pekerja tidak lagi mengerjakan pekerjaan mereka sehingga pekerjaan tidak berjalan dengan lancar atau terhenti sementara waktu,”terangnya.

Kendati demikian, kalau dilihat pekerjaan yang dikerjakan masih sesuai dengan RAB, tetapi pihaknya tidak yakin pelaksana pekerjaan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan sisa waktu 14 hari lagi.

“Ya, kalau dikerjakan siang malam, tidak menutup kemungkinan bisa terselesaikan,”jelas Politisi Partai Gerindra.

Disisi lain, consultan pengawas, Adil yang berada saat itu, membenarkan adanya kendala yang hadapi dalam pekerjaan itu, yaitu, sengketa lahan dengan perusahaan PT. Minamas Plantation, sehingga pekerjaan yang kerjakan belum selesai.

“Pembangunan saluran induk ini dibangun sepanjang 400 Meter, dan sudah selesai 200 Meter, sementara 200 meter lagi belum selesai, untuk pekerjaan pemasangan slop dan besi sudah semua tinggal pemasangan batu, sehingga sudah mencapai progres pekerjaan 80%,”katanya.

Untuk diketahui, tercantum dipapan plank pekerjaan tersebut, pekerjaan bersumber dari anggaram otsus Kab/kota 2021, dengan nilai kontrak Rp.2.298.418.000, yang pelaksana pekerjaan CV. Kamasa dan konsultan pengawas CV.Miftahul Arzaq consultan serta konsultan perencana CV. Techno Tim Consulindo, yang dimulai pada 10 Mei 2021 dan selesai 1 oktober 2021.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait