MATTANEWS.CO, MEMPAWAH – Kepergian Satgas TMMD dari Desa Purun Kecil menjelang berakhirnya program meninggalkan kesan mendalam di hati warga. Untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan perpisahan, warga bersama prajurit menggelar acara sederhana berupa pesta ayam panggang dan doa bersama.
“Bukan hanya jalan dan rumah yang mereka bangun, tapi juga ikatan batin. Kami merasa kehilangan seperti ditinggal saudara sendiri,” kata Pak Juanda Zakaria, tokoh masyarakat setempat.
Warga turut menyumbang bahan makanan, alat masak, dan bahkan lagu-lagu tradisional untuk menyemarakkan malam keakraban itu. Anak-anak pun tampak antusias berkumpul dan menikmati suasana yang penuh keceriaan.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran program TMMD dan harapan akan kemajuan desa ke depan. Warga menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut di masa mendatang.
“Terima kasih TNI, kalian bukan hanya prajurit, tapi bagian dari keluarga besar Purun Kecil,” ungkap Pak Ahmad penuh haru.
Malam perpisahan antara Satgas TMMD dan warga menjadi salah satu kenangan paling berkesan bagi prajurit yang bertugas. Momen itu bukan hanya soal pelepasan, tapi tentang ikatan emosional yang terbangun selama satu bulan pengabdian.
“Kami datang sebagai tamu, tapi pulang sebagai keluarga. Saya pribadi sangat tersentuh,” ungkap Praka Agung, salah satu anggota Satgas TMMD.
Prajurit dan warga bahu membahu mempersiapkan hidangan sederhana, mulai dari memanggang ayam bersama hingga menyusun tikar untuk duduk melingkar di bawah langit malam.
Tak ada perbedaan antara seragam dan warga sipil—semua menyatu dalam kehangatan dan kebersamaan.
Praka Agung menambahkan bahwa interaksi sehari-hari dengan warga memberi semangat tersendiri dalam bertugas.
Ia berharap pembangunan yang telah dilakukan dapat terus dimanfaatkan dengan baik.
“Bukan hanya bangunan yang kami tinggalkan, tapi juga semangat gotong royong dan cinta untuk desa ini,” ujarnya dengan mata berkaca.
Malam perpisahan antara Satgas TMMD Ke-124 dan warga Desa Purun Kecil menjadi momentum yang sarat haru. Diwarnai kegiatan memanggang ayam, makan malam bersama, serta doa penuh rasa syukur, malam itu menjadi bukti kedekatan yang sudah terjalin begitu erat antara TNI dan masyarakat.
Kepala Desa Purun Kecil, Zainol Bahri menyampaikan rasa bangganya atas keberadaan Satgas TMMD selama satu bulan terakhir.
Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya membawa pembangunan fisik, tapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah warga.
“Satgas bukan hanya membangun jalan dan rumah, tapi juga membangun rasa persaudaraan. Kebersamaan seperti inilah yang akan kami kenang terus,” ujar Kades Juhari.
Ia mengungkapkan bahwa malam perpisahan tersebut adalah inisiatif warga yang ingin memberikan kenangan manis bagi para prajurit yang sebentar lagi akan kembali ke kesatuannya masing-masing.
Suasana hangat menyelimuti kegiatan itu, ditambah canda tawa dan cerita-cerita ringan tentang kebersamaan mereka selama program berlangsung.
“Terima kasih untuk seluruh anggota Satgas. Kalian akan selalu kami anggap sebagai bagian dari keluarga besar Desa Purun Kecil,” tutup Kepala Desa dengan suara bergetar.
Menjelang penutupan TMMD Ke-124, prajurit Satgas dan warga Desa Purun Kecil menggelar malam perpisahan yang penuh kehangatan dan haru.
Dansatgas, Letkol Inf Benu Supriyantoko menyampaikan rasa bangganya atas kebersamaan yang telah terjalin selama sebulan terakhir.
“Kebersamaan ini lebih dari sekadar kerja bakti. Ini adalah bentuk persaudaraan yang tumbuh dari semangat gotong royong. Malam ini kami berpisah, tapi hati kami akan tetap tinggal di sini,” ungkap Letkol Benu.
Acara yang digelar sederhana namun penuh makna itu diisi dengan kegiatan memanggang ayam, makan bersama, serta doa syukur atas selesainya program pembangunan. Api unggun dan tawa warga menambah suasana hangat malam itu.
Dansatgas mengungkapkan bahwa kebersamaan ini adalah bekal moral luar biasa bagi prajurit TNI dalam menjalankan tugas selanjutnya. Ia berharap semangat ini terus hidup di tengah masyarakat.
“Kami mohon pamit, tapi semoga jalan rabat beton, rumah layak huni, dan sumur bor yang kami bangun akan terus membawa manfaat,” pungkasnya.














