Reporter : Edo
Sulawesi Barat, Mattanews.co – Penemuan ikan Paus yang terdampar di pesisir laut Babalang Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku, Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) sejak tiga hari lalu, Kamis (02 Januari 2020), hingga kini masih tergeletak di bibir pantai.
Salah seorang Tokoh Pemuda Sulbar, Muhammad Jafar, menyoroti lambannya evakuasi ikan Paus oleh pihak yang berwenang dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Mamuju.
Menurutnya, jika tidak segera dievakuasi akan berdampak buruk bagi kesehatan warga. Pemerintah harus hadir menangani dengan segera mengevakuasi ikan paus tersebut.
“Sampai hari ini belum dievakuasi oleh pemkab, padahal ini sudah tiga hari. Jika tidak ditangani secepat mungkin maka, dapat berdampak buruk bagi kesehatan warga,” ujar Jafar alumnus STIKES Bina Bangsa Majene, Sabtu (4/1/2020).
Jafar juga telah melakukan komunikasi dengan Kepala Desa setempat, agar secepat mungkin menangani ikan paus yang terdampar ini.
Bahkan dia juga telah berkomunikasi dengan kepala desa.
“Kades bilang masih menunggu bantuan dari Pemkab Mamuju. Karena sebenarnya wilayah ini bukan wilayah Desa Beru-beru tapi wilayah Desa Kalukku Barat,” katanya.
Namun kejadian terdamparnya ikan paus ini, lebih dekat masuk ke perkampungan Desa Beru-beru khususnya Dusun Babalang.
Mahasiswa Pasca Sarjana Amkop Makassar ini berharap, agar Pemkab Mamuju segera mengambil langkah mengevakuasi ikan paus tersebut. Guna mencegah dampak buruk yang bersumber dari ikan paus tersebut.
“Mohon kiranya Pemda Mamuju segera mengevakuasi ikan paus tersebut karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan warga sekitar,” ucapnya.
Editor : Nefri














