MATTANEWS.CO, JAMBI – Pusat Kajian Haji-Umrah dan Manajemen Industri Halal LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menggelar kegiatan strategis dalam mendukung ekosistem halal di Indonesia. Kali ini, berupa Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal, hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi.
Pelatihan yang berlangsung pada 26–27 Mei 2025 di lantai 6 Gedung Rektorat UIN STS Jambi ini diikuti oleh 30 peserta terpilih, terdiri dari unsur dosen, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Peserta terjauh bahkan berasal dari Kemenag Kabupaten Tebo, dan seluruhnya telah lolos kurasi melalui platform Learning Management System GreatEdu dari BPJPH dan tercatat di SIHALAL.
Kegiatan ini turut diisi oleh para trainer profesional dari Satgas Halal Kemenag Provinsi Jambi, Pusat Halal Universitas Jambi, serta LPPPH UIN Jambi, sebagai bentuk kolaborasi antar-lembaga penggerak industri halal.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Jamaluddin, mewakili Rektor UIN STS Jambi, mengapresiasi dukungan Bank Indonesia. Ia menekankan pentingnya pelatihan ini bagi mahasiswa dan peserta umum.
“Kampus kita memiliki visi kewirausahaan. Kita ingin melahirkan individu yang unggul secara akademis sekaligus mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Robby Fathir Nashary, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi, dalam sambutannya menyebut pelatihan ini mendukung tiga pilar utama pengembangan ekonomi syariah Bank Indonesia: penguatan ekosistem halal, keuangan syariah, dan gaya hidup halal.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua LPPM, Fridiyanto, yang menyatakan bahwa pelibatan dosen dan mahasiswa, termasuk peserta Kuliah Kerja Nyata Terpadu (Kukerta), merupakan bentuk partisipasi aktif kampus dalam mendorong masyarakat menuju ekonomi yang lebih inklusif dan berbasis nilai-nilai syariah.
Dengan pelatihan ini, diharapkan muncul pendamping produk halal yang kompeten dan profesional, sehingga semakin memperkuat peran Jambi dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat halal dunia.















