Update Perkembangan Covid-19 di DKI Jakarta Per 19 Februari 2021

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, JAKARTA– Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M, lentaran kasus positif COVID-19 yang masih terus bertambah. Kendati Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan 3T, diperlukan kerja bersama masyarakat untuk memutus mata rantai penularan virus ini.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data yang terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 18.167 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 15.005 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.920 positif dan 13.085 negatif.

“Sebagian data positif hari ini berdasarkan perbaikan koneksi penginputan sistem Kemenkes. Kemungkinan akan ada data dari yang sebelumnya tidak bisa dilakukan penarikan melalui sistem,” terangnya, melalui siaran pers PPID Pemprov DKI Jakarta, Jumat (19/2/2021).

Lebih lanjut, Dwi memaparkan untuk menilai tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 277.841. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 77.936. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sebanyak 661 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 12.955 (orang yang masih dirawat / isolasi).

Sedangkan, kasus jumlah Konfirmasi total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 323.031 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, total orang dinyatakan sembuh sebanyak 304,995 dengan tingkat kesembuhan 94,4%, dan total 5,081 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7%. 

Untuk tingkat kepositifan atau proporsi kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 16,7%, sedangkan proporsi kasus positif secara total sebesar 10,9%. WHO juga menetapkan standar proporsi kasus positif tidak lebih dari 5%.

Pada penerapan kembali PSBB masa Transisi, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI. Melalui JakCLM, masyarakat dapat melihat risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki. Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait