MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Pandemi Covid-19 sudah sekitar dua tahun ini terjadi di Indonesia. Dampaknya sangat terasa bagi sektor perekonomian, termasuk bagi para pelaku usaha di Palembang, Sumatera Selatan.
Mega, 41 tahun, warga Jalan Dwikora II Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I Palembang sudah beberapa tahun ini membuka usaha kuliner gado-gado dan ayam geprek. Semula semuanya berjalan lancar namun usahanya surut saat awal pandemi Covid-19 terjadi.
“Saat pandemi benar-benar terasa. Yang biasanya ramai, warung saya terasa sepi. Penjualan dan omzet juga turun,” ucapnya, Jumat (29/10/2021).
Meski telah memberikan promo untuk pembelian gado-gado dan ayam geprek, diakuinya tak membuahkan hasil yang memuaskan. Akhirnya setelah mendapat beragam masukan, Mega dan suami pun mulai mencari informasi mengenai penjualan kuliner dengan gunakan teknologi dari digital.
Berbekal smartphone miliknya, ia pun mendaftar kerjasama sebagai mitra dengan GoFood. “Saya gabung di GoFood sejak awal 2021 lalu. Pendaftarannya mudah, dan benar hasilnya banyak yang melakukan pemesanan makanan via online,” ucapnya.
Dengan begitu, omzet dan penjualan dari warung miliknya pun cukup melesat saat pandemi ini. Sebagai mitra GoFood, Mega menjelaskan dirinya membuat dua akun. Satu akun khusus untuk penjualan gado-gado dengan nama Mega Sriwijaya dan akun lain untuk kuliner ayam geprek Warung Berkah.
“Sehari untung yang kami dapat Alhamdulillah bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah anak. Sebelum gabung jadi mitra GoFood, pendapatan kami memang sangat berpengaruh dengan adanya pandemi ini. Orang kan banyak yang malas ke warung, jadi banyak yang pesan makanan via aplikasi,” jelasnya.
Ibu dari enam orang anak itu mengungkapkan, dirinya juga membagikan informasi mengenai mitra GoFood kepada para pelaku usaha kuliner yang berada di sekitar rumahnya. Apalagi, rata-rata memang banyak usaha kuliner rumahan di lingkungan rumahnya belum begitu melek dengan dunia teknologi.
“Ada beberapa yang juga ikut bergabung jadi mitra. Semuanya juga merasakan manfaat dari kerjasama bareng GoFood itu. Karena kami tidak ingin maju sendiri, warga sekitar juga kami edukasi agar tertular untuk mengikuti penjualan via online ini,” kata Mega.

Sama halnya dengan Didi, 45 tahun, pedagang es cendol khas Bandung ‘Kang Supri’ yang berada di Jalan Ade Irma Nasution, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang. Pria yang sudah lebih dari 11 tahun berjualan es cendol itu mengaku mengalami pasang surut usahanya saat pandemi terjadi.
“Biasanya banyak pegawai yang nongkrong dan menikmati es cendol di siang hari. Namun saat pandemi, saya menyadari sepi pembeli,” ucapnya.
Baru di 2020 lalu, ia bersama temannya menggunakan GoFood dan berjualan es cendol via aplikasi online tersebut. “Lumayan ramai pembelian es cendol via GoFood. Membuat kami tidak begitu merasakan dampak pandemi,” ucapnya.
Namun diakui Didi, ada kemerosotan omzet dan pendapatan selama awal pandemi hingga saat ini. Biasanya per hari ia mampu menjual hingga 38 paket es cendol, dimana masing-masing paket bisa mengisi sebanyak 8 cangkir es.
“Dampak pandemi sebenarnya masih ada, namun kita kan tidak hanya menjual via offline saja melainkan online juga. Jadi keduanya sama-sama jalan. Setidaknya kami bersyukur, kami masih bisa mendapatkan keuntungan dari jualan es cendol ini,” ungkap Didi.
Sementara itu, Head of Corporate Affairs Gojek Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) Aji Wihardandi mengatakan, pihaknya sangat konsentrasi dalam upaya mengembangkan usaha para pelaku usaha UMKM kuliner. Sebagai penyedia layanan pesan antar makanan online terbesar di Asia Tenggara, pihaknya terus optimal dalam menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan dalam produksi dan distribusi makanan sampai ke tangan pelanggan.
“Kita memastikan bahwa rasa aman dan nyaman bagi pelanggan dalam memesan makanan. Dan bentuk dukungan GoFood untuk mendorong penerapan protokol jaga kebersihan, jaga kesehatan dan jaga keamanan (J3K) betul-betul dilaksanakan. Utamanya bagi mitra usaha,” jelasnya.
Ia menerangkan, pihaknya berupaya untuk terus berkontribusi dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Palembang. “Kita memberikan dukungan kepada pelaku usaha kuliner untuk terbiasa menerapkan standar higienitas yang tinggi,” ucapnya. Aji menerangkan per Oktober 2021 ini sudah ada lebih dari 7.000 mitra GoFood yang menyebar di Kota Palembang.
Inovasi Layanan
GoFood juga mengembangkan berbagai inovasi guna terus menjaga keamanan pada layanan pesan antar makanan online di tengah situasi pandemi. Yakni Inovasi Contactless Delivery melalui teks pesan cepat yang diterapkan sejak awal pandemi untuk mengurangi kontak fisik antara mitra driver dan pelanggan.
Fitur pembayaran nontunai melalui GoPay dan Paylater yang terus didorong penggunaannya untuk mengurangi kontak fisik. Layanan ‘GoFood Pickup’, yang diluncurkan pada awal tahun, membantu pelanggan untuk memastikan keamanan makanannya dengan mengambil sendiri pesanan di outlet mitra usaha.
Kategori ‘Siap Masak’ yang ditambahkan sebagai pilihan bagi pelanggan yang ingin menyiapkan sendiri makanannya di rumah. Juga ada kanal khusus informasi upaya GoFood mengurangi penyebaran Covid-19 pada aplikasi pelanggan GoFood. (Ardhy Fitriansyah)














