MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Komite Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung menggelar rapat bersama wali murid kelas X bertempat di auditorium lantai dua setempat, Senin (5/9/2022) Siang.
Dalam rapat itu, salah satu pembahasan terkait penggalangan dana sumbangan sebagai upaya mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan.
Saat dijumpai, Bambang selaku wali murid kelas X yang berdomisili Desa Pagersari Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung mengatakan keberatan atas dana sumbangan yang dibebankan dari pihak komite sekolah.
“Sebenarnya yang hadir itu istri saya (Nunuk Rahayu.red) sekira pukul 13.00 hadir ke sekolah ikut rapat terkait masalah sumbangan,” katanya.
“Saya dilapori istri, maka saya ke sekolah, tadi bilang dana sumbangan untuk rehab bengkel TKR sama konstruksi itu awalnya 3.500.000 tapi akhirnya 1.500.000 rupiah dengan batas akhir sampai bulan Desember 2022,” imbuhnya.
Hal serupa juga dilontarkan wali murid kelas X TM 3, Siti Nurhasanah mengungkapkan dana sumbangan yang dibebankan wali murid atas kebijakan komite sekolah sangat memberatkan.
“Sangat berat kalau sumbangan harus 1.500.000 rencana untuk rehab bengkel mesin di sekolah,” ujar Siti seorang petani itu.
“Saya siap kalau hanya 500.000. Makanya besuk saya dipanggil lagi untuk menyerahkan data penunjang keberatan itu,” sambung Arik dan diamini wali murid kelas X lainnya yakni Arik warga Desa Waung Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung itu.
“Kita berharap, sumbangan dari komite sekolah sesuai dengan kemampuan wali murid, karena ekonomi setiap wali murid itu berbeda,” tukasnya.
Menanggapi keluhan beberapa wali murid kelas X, Ketua Komite SMKN 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung, Hery Widodo menuturkan sebagai upaya mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan, komite sekolah diperbolehkan menggalang dana sumbangan.
“Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016,” tutur Pria juga berprofesi Pengacara itu.
Dia menambahkan pihaknya sebenarnya sudah menyampaikan kepada wali murid jika merasa keberatan atas sumbangan mempersilahkan mengajukan permohonan.
“Jadi jelas, siapa bilang ada yang keberatan untuk sumbangan uang gedung tadi ? tanya Hery.
“Kita sudah sediakan tumpukan kertas bagi wali murid merasa keberatan dengan sumbangan, silakan ajukan dengan didukung data sebagai penunjang,” imbuhnya.
“Ternyata tidak ada yang ajukan permohonan itu, jadi jangan hanya bicara saja, siapa keberatan ? kita sudah siapkan kertas,” kata Hery menambahkan.
Dia menambahkan salah pembahasan rapat terkait estimasi dana pihak sekolah dalam melakukan rehab bengkel TKR berikut konstruksi.
“Rapat tadi itu, paparan estimasi sesuai kebutuhan itu, jika 3.500.000 untuk rehab bengkel TKR sama kontruksi,” tambahnya.
“Kita sadari, setiap wali murid itu tidak sama, jika merasa keberatan silakan ajukan saja permohonan,” sambungnya.
Lebih lanjut Hery menjelaskan yang namanya sumbangan itu tidak mengikat, berapa nilainya pihaknya tetap menyesuaikan.
Meski demikian, semua itu ada dasarnya sehingga tidak sampai menimbulkan kecemburuan antar wali murid.
“Contoh ini ada wali murid mengaku yatim piatu, tapi data belum ada, maka besuk saya panggil lagi agar mempersiapkan data pendukung,” terangnya.
“Pada intinya, saya terbuka, monggo (Silakan.red) jika dilaporkan, sebab saya sangat transparan terkait sumbangan itu, dan semua bisa dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.














