MATTANEWS.CO, JAMBI – Warga Aurduri, Kota Jambi, bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi dan Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) menggelar doa bersama sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan stockpile batubara di kawasan permukiman, Sabtu (14/02/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Pelataran Masjid Al-Munawarah, Pasar Perumahan Aurduri, mulai pukul 19.00 WIB itu dihadiri ratusan warga. Doa dan istighotsah dipanjatkan sebagai simbol kegelisahan masyarakat atas potensi dampak debu batubara, pencemaran lingkungan, serta risiko kesehatan yang dapat timbul apabila depo penumpukan batubara tersebut tetap dibangun di wilayah padat penduduk.
Direktur WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan bentuk perlawanan moral dan kultural warga terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada keselamatan publik.
“Kegiatan istighotsah dan doa bersama ini adalah simbol perlawanan warga. Rencana pembangunan stockpile batubara di tengah permukiman merupakan ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, aktivitas penumpukan batubara berpotensi meningkatkan pencemaran udara akibat debu, menimbulkan kebisingan operasional, hingga memicu risiko pencemaran sumber air warga. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Dalam berbagai kajian lingkungan, kegiatan stockpile batubara di kawasan padat penduduk dinilai dapat menurunkan daya dukung dan daya tampung lingkungan, serta memperburuk kualitas hidup masyarakat sekitar.
WALHI Jambi menegaskan bahwa hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak konstitusional warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 28H UUD 1945 dan diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Setiap rencana usaha yang berpotensi menimbulkan dampak ekologis, menurut mereka, wajib melalui kajian transparan, partisipatif, serta mempertimbangkan aspek tata ruang dan keselamatan masyarakat.
Ketua Barisan Perjuangan Rakyat (BPR), Erpen, menyampaikan bahwa doa bersama tersebut menjadi bentuk harapan agar pemerintah daerah mendengar aspirasi masyarakat Aurduri.
“Istighotsah ini bentuk kepasrahan sekaligus harapan kami agar pemerintah provinsi dan kota mengambil kebijakan bijaksana dengan memindahkan rencana lokasi stockpile batubara ke wilayah yang sesuai tata ruang,” ujarnya.
Warga menilai pembangunan stockpile batubara di kawasan permukiman berisiko menurunkan kualitas lingkungan hidup serta mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar.
Melalui doa bersama ini, WALHI Jambi dan BPR mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat solidaritas dalam memperjuangkan ruang hidup yang bersih dan sehat. Bagi warga Aurduri, menjaga lingkungan bukan sekadar isu kebijakan, melainkan soal keberpihakan terhadap masa depan generasi mendatang.














