Yakin Telah Terhindar Dari Kejahatan Cybercrime?

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Cybercrime? Apa itu cybercrime? Tampak tidak asing bukan? Sering mendengar namun tidak mengerti apa yang sebenarnya disebut dengan cybercrime. Bagi masyarakat pengguna media sosial aktif sangatlah tidak asing jika mendengar kata cybercrime. Ya, siapa yang tidak mengenal tindakan kejahatan yang menjadikan media sosial dan jaringan komputer sebagai target utamanya.

Cybercrime yang sering kerap terdengar akibat dari perkembangan dunia digital yang semakin pesat, membuat tindakan kejahatan ini semakin merajalela. Cybercrime adalah salah satu dampak negatif dari pesatnya kemajuan teknologi khususnya pengguna internet.

Victor Fitrizal Auli, S.Psi. M.Si. ACO. ACE. CCO. CCPA. EnCe, CEH, CHFI Konsultan IT BAG PSI SDM Polda Sumsel, mengungkapkan jika pada intinya semua kejahatan itu bermula dari ketidak waspadaan, bisa dari media sosial dan dari diri sendiri

“Kejahatan ini tidak mengenal waktu dan tidak pilih-pilih target,” jelasnya saat ditemui siang itu di Polda Sumsel, pria berbadan tegap ini juga santai mengulas trik dan bagaimana agar terhindar dari kejahatan cyber.

Cybercrime merupakan perbuatan yang melawan hukum, dilakukan dengan memakai sarana dan prasarana komputer atau jaringan. Kemudian komputer atau jaringan itu dijadikan subjek suatu tindak pidana.

Cybercrime sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu, pertama Computer Crime adalah komputer sebagai target. Contohnya data reset perusahaan dan data mahasiswa yang disimpan di server, semua termasuk ke komputer crime atau sebagai komputer target.

Adapun jenis-jenis kejahatan computer crime yaitu, Typesite (Situs palsu), Keylogger (menghack komputer orang), Sniffing (mencuri user id), User attack (mencoba menghack kombinasi angka dan password suatu komputer), Web device, Email spamming, dan Virus

Kedua, Computer Related Crime adalah untuk melakukan tindakan kejahatan. Dalam kejahatan ini data seseorang lah yang menjadi targetnya. Contoh kita membuat tabungan di salah satu Bank, lalu kita membuat data tentang indentitas pribadi kita. Dari sanalah data kita akan dapat dilacak oleh para pelaku cybercrime.

Jenis-jenis kejahatan Computer Related Crime yaitu, cyber prostitusi online, cyber game link, cyber narkotika, cyber terorist , carding, cyber crop, software dan phishing.

Dasar hukum cybercrime sendiri yaitu UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang UU informasi dan transaksi elektronik.

“Dampak dari kejahatan cybercrime ini sangat luas, karena saat ini kita telah berada di era globalisasi industri 4.0,” jelasnya sambil mengotak-atik komputer dihadapannya.

Saat ini kita, sambungnya, telah berada di era digital, dimana semua masyarakat juga telah melakukan berbagai transaksi elektronik. Seperti uang virtual yang belakangan ini marak dipakai oleh masyarakat kelas atas sebagai alternatif pembayaran digital.

Pertanyaannya apakah aman? Belum tentu, namanya tindakan kejahatan yang menggunakan sandi dan password tidak akan aman karena masih bisa di bobol oleh pelaku kejahatan cybercrime.

Selain dampaknya yang sangat luas cybercrime juga dapat merugikan banyak pihak baik materi, imateri, dan moril.

Contohnya penipuan online, penipuan berbasis website, secara tidak langsung kerugiannya adalah uang, dari yang paling kecil, jutaan hingga ratusan juta. Sedangkan pada moril jatuhnya bisa pornografi online.

Dalam tindakan kejahatan ini banyak sekali metode yang dilakukan oleh pelaku cybercrime.

Terutama dari media sosial, saat ini banyak oknum-oknum yang menyamar menjadi polisi/tentara, pengusaha, kontraktor dan merayu wanita-wanita atau sebaliknya wanita merayu laki-laki untuk melakukan penipuan.

Belakangan ini kejahatan cybercrime yang sering terjadi di kota Palembang yaitu, penipuan online berbasis kan Bank dan pornografi online.

Untuk awal tahun 2021 saja sekitar 5 orang pelaku yang telah terungkap dengan modus penipuan di media sosial.

Tindakan kejahatan cybercrime ini dapat dilakukan oleh setiap orang. Karena tindakan ini tidak butuh latihan, semua orang dapat mempelajarinya dari YouTube, Facebook, dan web-web di internet yang menyediakan metode pembelajaran mengenai cybercrime.

“Cybercrime ini bukan person atau usernya yang hebat, tapi kemauan belajar secara otodidak,” ujarnya dengan santai.

Jadi, jika ditanya siapa sih yang berkemungkinan melakukan kejahatan cybercrime? Semuanya berkemungkinan melakukan kejahatan cybercrime.

Tips-tips terhindar dari cybercrime, pertama yaitu user anda sendiri sebagai pengguna hati-hati dalam mengupload, apapun itu bentuknya kalau bisa privasi saja. Jadi, kalau terlihat di public ya berarti semua orang berhak atas gambar anda. Kedua, gunakan username password kombinasi angka huruf dan simbol. Ketiga bijaklah dalam bermedia sosial.

Anda harus bisa mengenali kejahatan cybercrime ini, karena mengenali kejahatan ini cukup mudah. Bahkan yang sering terjadi yaitu bujuk rayu, seperti iming-iming hadiah dan pendekatan secara sosial.

Jika anda telah menjadi korban dari kejahatan cybercrime ini, maka anda perlu menyikapi tindakan ini secara cepat secepat kilat. Segera laporkan tindakan kejahatan cybercrime ini kepihak yang berwenang untuk melakukan penyelidikan. Apalagi jika itu tentang uang karena 5 menit sangat menentukan uang anda langsung bisa berpindah tangan.

Victor menambahkan bahwa untuk melaporkan kejahatan cybercrime khususnya di kota Palembang yaitu di Polda Sumsel, di Polresta kota Palembang juga bisa namun hanya perwakilannya saja. Karena lebih khusus dan menjadi pembina fungsi cybercrime adalah Polda Sumsel.

“Bijaklah bermedia sosial, jagalah diri sendiri sebelum kamu menjadi milik orang lain, gunakan username atau password yang sulit dibobol pelaku cybercrime yaitu kombinasi angka, huruf dan simbol,” tutupnya diakhir perbincangan sebagai pesan untuk masyarakat agar terhindar dari kejahatan cybercrime.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait