BERITA TERKINIEKONOMI & BISNIS

Merajut Konektivitas, Membumikan Ekonomi Hijau dari Jantung Ogan Komering Ilir

×

Merajut Konektivitas, Membumikan Ekonomi Hijau dari Jantung Ogan Komering Ilir

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Di bawah bentangan langit Ogan Komering Ilir (OKI), deru mesin pembangunan perlahan menjelma menjadi urat nadi baru bagi perekonomian daerah. Jalan-jalan yang saling terhubung dan jembatan yang kokoh berdiri bukan sekadar tumpukan semen dan baja, melainkan sebuah jembatan harapan yang mendekatkan mimpi-mimpi masyarakat pelosok menuju pusat kemajuan. Di tengah derap transformasi fisik ini, sebuah komitmen besar diletakkan untuk memastikan bahwa roda kemajuan tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga berjalan selaras dengan kelestarian alam dan masa depan yang berkelanjutan.

Langkah strategis ini kembali dipertegas dalam sebuah momentum penting di Kabupaten OKI. Kehadiran Bank Sumsel Babel (BSB) dalam peresmian sejumlah infrastruktur strategis di wilayah tersebut menjadi bukti nyata bahwa bank pembangunan daerah ini tidak pernah absen dalam mengawal setiap jengkal pertumbuhan di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Agenda besar ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, bersama Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, serta jajaran pemangku kepentingan yang membawa visi serupa untuk memajukan daerah.

Bagi Bank Sumsel Babel, konektivitas wilayah adalah kunci utama yang akan mendobrak berbagai sumbatan ekonomi. Infrastruktur yang memadai dipercaya mampu memperlancar arus distribusi barang dan jasa, membuka akses pasar yang selama ini terisolasi, memikat para investor, hingga memicu pemerataan pembangunan di kantong-kantong daerah yang memiliki potensi ekonomi raksasa namun belum terjamah secara optimal.

“Sebagai bank daerah milik masyarakat Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, kami meyakini pembangunan infrastruktur merupakan investasi jangka panjang yang akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Muhamad Suryadi, dengan optimisme yang kuat.

Suryadi menegaskan bahwa institusi yang dipimpinnya akan terus mengukuhkan posisi sebagai mitra strategis pemerintah daerah, selalu hadir mengawal program-program pembangunan yang menyentuh langsung hajat hidup dan kesejahteraan masyarakat luas. Namun, BSB menyadari bahwa tantangan masa depan menuntut tata kelola yang berbeda. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh lagi dibayar mahal dengan kerusakan lingkungan. Karena itulah, di samping menyokong pembangunan fisik, Bank Sumsel Babel mulai menancapkan fondasi transformasi bisnis yang modern melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Visi masa depan yang ramah lingkungan ini salah satunya diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap program pemerintah menuju era ekonomi rendah karbon. Bank Sumsel Babel mengambil langkah berani dengan ikut mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di daerah. Bukan sekadar wacana di atas meja kerja, komitmen ini diimplementasikan secara konkret melalui penggunaan kendaraan listrik sebagai sarana operasional harian perusahaan, sekaligus membuka pintu lebar-lebar bagi peluang pembiayaan di sektor-sektor yang mendukung ekonomi hijau.

Di mata Suryadi, transisi menuju energi bersih dan transportasi berkelanjutan ini adalah sebuah investasi ganda. Langkah ini tidak hanya menjadi pelindung bagi kelestarian alam Bumi Sriwijaya, tetapi juga pemantik lahirnya peluang-peluang ekonomi baru yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan daerah di masa depan.

Guna menopang ekosistem yang serbacepat dan hijau tersebut, Bank Sumsel Babel terus memperkuat daya dorongnya di sektor perbankan. Akselerasi dilakukan melalui penyaluran kredit produktif yang tepat sasaran, inovasi layanan digital yang kian masif, serta perluasan literasi dan inklusi keuangan agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati fasilitas perbankan dengan mudah. Semua instrumen ini diarahkan untuk memperkuat berbagai sektor unggulan yang menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah.

Peresmian infrastruktur di Kabupaten OKI hari itu pada akhirnya menjadi sebuah titik balik penting. Ia meniupkan angin segar dan mempertebal optimisme bahwa masa depan Sumatera Selatan dan Bangka Belitung akan jauh lebih maju, saling terhubung, dan hijau. Lewat jalinan kolaborasi yang harmonis antara pemerintah daerah, dunia usaha, sektor perbankan, dan masyarakat, Bank Sumsel Babel berdiri di garda depan sebagai katalisator yang siap mengubah tantangan zaman menjadi peluang emas bagi kesejahteraan bersama yang berkelanjutan.