BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

GPM Serentak se-Tulungagung Dipusatkan di Balai Desa Ngujang, Plt Bupati Ahmad Baharudin Hadir Langsung

×

GPM Serentak se-Tulungagung Dipusatkan di Balai Desa Ngujang, Plt Bupati Ahmad Baharudin Hadir Langsung

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terus berupaya meringankan beban belanja masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh kecamatan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung sekaligus momentum peringatan Hari Pangan Sedunia 2026.

Plt Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., hadir langsung meninjau pelaksanaan GPM. Kedatangannya disambut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung Wahiyd Masrur, S.Sos., M.M., Camat Kedungwaru Eko Hery Susanto, S.STP., M.Si., Kepala Desa Ngujang Siswandi, ST., serta para kepala desa se-Kecamatan Kedungwaru.

Usai penyambutan, Ahmad Baharudin meninjau sejumlah stan bazar pangan murah di halaman Balai Desa Ngujang. Ia juga berdialog dengan para pedagang dan masyarakat untuk mengetahui secara langsung harga berbagai kebutuhan pokok, termasuk komoditas beras dan sembako lainnya.

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan bazar, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan stabilitas harga sekaligus menjaga ketersediaan pasokan pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah ingin membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kami juga terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan agar masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Selain menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga terjangkau, Pemkab Tulungagung juga menyalurkan bantuan beras kepada 50 keluarga kurang mampu di Desa Ngujang.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin turut mengajak masyarakat untuk memperkuat kemandirian pangan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Ia mendorong masyarakat agar tidak hanya bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, tetapi mulai membudidayakan berbagai komoditas kebutuhan pokok, seperti padi, jagung, dan aneka sayuran.

“Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan sendiri. Kalau masyarakat, petani, dan pemerintah desa bergerak bersama, kebutuhan pangan bisa kita penuhi secara mandiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan kemandirian pangan di tingkat daerah juga menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Wahiyd Masrur, menjelaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah memiliki tiga sasaran utama.

Pertama, menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kedua, membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Ketiga, memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan yang aman dan berkualitas.

Menurut Wahiyd, kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Perum Bulog, pelaku usaha, pelaku UMKM, hingga sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Pelaksanaan GPM dipusatkan di Desa Ngujang, sementara seluruh kecamatan di Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan tersebut secara daring sehingga gerakan ini dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Pemkab Tulungagung berharap Gerakan Pangan Murah tidak sekadar menjadi agenda seremonial dalam rangka peringatan hari jadi daerah maupun Hari Pangan Sedunia. Program ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli, menekan pengeluaran rumah tangga, dan memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi.

Melalui sinergi pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat, penguatan ketahanan pangan diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan demi mewujudkan Tulungagung yang semakin mandiri dan sejahtera.

Penulis: Ferry Kaligis
Editor: Riki Okta Putra