Reporter : Gian
JAWA BARAT, Mattanews.co – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam ‘Forum Komunikasi Pecinta Tatar Galuh Ciamis’, menggelar rapat koordinasi, di salah satu rumah makan, Jalan Drs H Soejoed, Kertasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Kamis (23/01/2020).
Rapat koordinasi yang bertujuan menyuarakan tentang harga diri Kabupaten Ciamis dan Gerakan Pemuda Islam (GPI) Ciamis, diduga merasa tercedrai atas gerakan yang dilakukan puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Islam (GPI), yang menyebutkan Bupati Ciamis Arogan dan menggelar aksi di depan Kemendagri berkaitan adanya rotasi dan mutasi para ASN di Kabupaten Ciamis, Jumat (17/01/2020) lalu.
Dalam rakor tersebut hadir beberapa elemen dan tokoh masyarakat. Aksi pemulihan nama baik citra Ciamis tersebut sudah dijadwalkan esok hari dan dari aspek legal pun surat permintaan audiensi sudah dilayangkan ke DPRD Kabupaten Ciamis.
Satu persatu, para penggagas aksi mulai memberikan masukan dan susunan. Namun, ditengah permusyawarahan tiba-tiba Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya datang, sementara tidak sama sekali ada tembusan terhadap dirinya. Sontak membuat kaget para peserta yang hadir, maka dilakukanlah konsolidasi langsung dan tanya jawab kepada bupati dari para audiens di tempat tersebut.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya ketika berdialog mengatakan, bahwa dirinya lebih baik diam, tidak bereaksi terkait beredarnya di beberapa surat kabar dan media massa, dimana memberitakan ada beberapa sekelompok orang yang melakukan aksi di Jakarta ke Kemendagri, bahwa dirinya arogan.
“Saya diam bukan berarti takut, atau bukan berarti tidak berfikir apa-apa. Tetapi saya berfikir untuk kondusifitas Ciamis. Kalau kita mengumandangkan aksi, kalau buat saya pribadi ini berdampak tidak bagus, walaupun dalam aksi tempo lalu menyakitkan saya dan masyarakat Ciamis,” ungkapnya.
Herdiat menjelaskan bahwa langkah-langkah yang dilakukan dirinya yang merotasi dan mutasi 800 lebih pejabat PNS di Ciamis, sudah melalui tahap aspek legal secara hukum, bahkan melalui rekomendasi dari kemendagri.
“Sebanyak 800 pejabat yang dirotasi adalah wacana dan agenda pemerintahan terdahulu. Namun dikarenakan pilkada, rotasi tersebut terpending. Nah, sekarang dikarenakan kebutuhan sudah mendesak, maka dilakukanlah rotasi tersebut sesegera mungkin, dan catat dalam rotasi tersebut tidak ada demosi ataupun downgrade jabatan, padahal itu bisa, namun tidak saya lakukan. Jadi saya rasa sisi arogansi saya dari sisi mana?,” ujarnya penasaran.
Herdiat berharap bahwa aksi audiensi menyuarakan kemartabatan Ciamis diharapkan dibatalkan, demi terjaganya kondusifitas di Ciamis.
“Saya sudah move on dari pilkada. Sudahlah, aksi lalu di Jakarta, kita anggap kebodohan, kalau kita memaksakan melawan aksi tersebut, maka kita sama bodohnya. Yang penting secara mekanisme dan hukum, kita sudah benar,” tandasnya.
Koordinator lapangan aksi, Andri Al-fikri menjelaskan, bahwa niat awal dirinya membentuk kepengurusan aksi memang teruntuk membuktikan bahwa masyarakat Ciamis ingin menyuarakan dan orasi bahwa yang dipertanyakan ke Kemendagri tempo lalu, sangatlah tidak benar, dan pihaknya bermaksud mendatangi DPRD Ciamis khususnya Komisi A yang sesegera mungkin menindak lanjut aspek hukum terkait rotasi ataupun bentuk prosedural lainnya.
“Sedikit kami ungkap, bahwa yang menggelar aksi demo Bupati Ciamis Arogan di Kemendagri Juma’t lalu, diduga salah kaprah, mereka bukan orang ciamis. Kami dan GPI Ciamis merasa tercederai, mereka mendemo tanpa data yang faktual. Maka dari itu, awalnya kami tergugah untuk menyuarakan balik ke DPRD,” ungkap Andri.
Andri mengatakan, atas pertimbangan Bupati tersebut, maka dirinya sebagai korlap aksi akan menarik mundur pasukan dan memending gelaran aksi tersbut.
“Kita akan sepakati bahwa aksi akan dibatalkan, namun sebagai korlap saya akan tetap bertanggung jawab, saya sendiri akan datang ke DPRD menjelaskan bahwa aksi akan dibatalkan, karena kita sudah terlanjur melayangkan surat. Namun saya akan menanyakan secara personal saja terkait yang mengatas namakan GPI di kemendagri dan memperkuat putusan tugas Bupati,” tukasnya.
Editor : Selfy














