Alami Gangguan Jiwa, Seorang Pemuda di Tulungagung Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Warga desa di Tulungagung dihebohkan seorang pemuda mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Senin (2/1/2023).

Diketahui, pemuda tersebut berinisial MAM (30) berdomisili Dusun Bangunsari RT 1 RW 10 Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Kejadian itu dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Sektor Kalidawir Polres Tulungagung Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Haryono melalui Kasi Humas Polres Tulungagung Polda Jawa Timur Inspektur Polisi Satu (Iptu) Mohammad Anshori, S.H., mengatakan peristiwa orang meninggal dunia akibat gantung diri terjadi sekira pukul 15.30 WIB.

“Benar, dikabarkan MAM meninggal dunia akibat gantung diri di kamar belakang rumahnya,” ucap Iptu Anshori sapaan akrab melalui keterangan resmi di terima mattanews.co, Selasa (3/1/2023) Pagi.

Anshori menambahkan kejadian tersebut sebenarnya berawal adanya laporan dari masyarakat bahwasanya seorang pemuda mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Atas laporan itu, petugas melakukan koordinasi dengan pihak Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung dan tenaga medis dari Puskesmas Tunggangri, selanjutnya meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Kronologisnya, dari keterangan saksi yang dihimpun petugas di TKP, pada Senin (2/1/2023) sekira pukul 12.00 WIB, Rohmad (Saksi) melihat korban tidur di kamarnya, kemudian saksi tidur di kamarnya sendiri. Ketika terbangun melihat korban sudah tidak ada di kamarnya, lalu oleh saksi dicari sekitar rumah serta mengecek seluruh kamar,” tambahnya.

“Saksi dikagetkan ketika dikamar belakang melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tapi tambang warna biru di blandar kamar,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya

“Sontak, setelah itu saksi meminta bantuan warga menurunkan korban. Selanjutnya saksi melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa Tunggangri, diteruskan ke kantor Mapolsek Kalidawir,” kata Anshori menambahkan.

Lebih lanjut Anshori menjelaskan petugas dibantu dengan tim medis mengecek jasad korban. Dari hasil pemeriksaan petugas, tidak diketemukan tanda-tanda korban dianiaya atau luka benda tumpul lainnya.

“Petugas yakin korban meninggal dunia akibat gantung diri, pasalnya diketemukan adanya air sperma dari kelamin korban. Selain itu, diamankan barang bukti di TKP, 1 buah tali tambang warna biru yang digunakan untuk gantung diri,” terangnya.

“Dari pengakuan keluarga, bahwa korban mengalami gangguan jiwa sejak masih sekolah di Madrasah Tsanawiyah, dan sudah hampir 3 bulan korban sering keluar masuk Rumah Sakit akibat sakit kembung yang tidak kunjung sembuh,” sambungnya.

Menurut Anshori, atas kejadian itu pihak keluarga menerima dengan ikhlas dan mengajukan agar tidak dilakukan autopsi dan hanya dilakukan visum luar saja.

“Jasad korban selanjutnya oleh pihak keluarga dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait