[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Menanggapi adanya pengungkapan tahu berformalin yang digerbek di Kota Palembang baru-baru ini, membuat masyarakat resah. Tidak hanya Ibu Rumah Tangga, pengacara pun ikut angkat bicara, Selasa (9/3/2021).
“Kita apresiasi kerja BPOM dan Ditreskrimsus Polda Sumsel atas kenerjanya yang berhasil mengungkap penjualan tahu berformalin kemarin, apalagi informasinya berkadar tinggi. Semoga ini menjadi motivasi bersama, untuk dapat bersama mengungkap kasus serupa,” ungkap Adv Joni YAP, saat diwawancarai wartawan di kantornya.
Adv Joni YAP menjelaskan, dengan adanya pengungkapan tahu berformalin tersebut, tentu menjadi kewaspadaan masyarakat, khususnya Ibu-Ibu Rumah Tangga (IRT) dalam memilih menu masakan untuk keluarganya.
“Biasanya Ibu – Ibu Rumah Tangga (IRT) inilah yang sering memilih masakan untuk di keluarganya di rumah. Namun, jika tidak diperhatikan tentang kesehatan ataupun keselamatan jiwa keluarganya, pasti dapat menimbulkan boomerang bagi keluarganya sendiri. Dari itu, berhati-hatilah memilih menu makanan untuk keluarga,” ujarnya.
Ketua DPC FERARI Kota Palembang ini juga menjabarkan, tidak semua pedagang tahu menjual tahu berformalin.
“Memang ada penjual tahu yang nakal, namun ada juga yang jujur, jadi kita tidak bisa pukul rata bahwa semua penjual tahu itu berformalin,” ungkapnya.
Sekretaris YLBH Garuda Kencana Indonesia Cabang Palembang ini berharap agar BPOM dapat benar-benar menegakan aturan Undang Undang Kesehatan yang berlaku di Republik Indonesia.
“Kita sangat berharap kegiatan ini jangan berhenti tengah jalan. Rutinlah melakukan operasi pasar (razia-red). Teruslah melakukan perbuatan baik, lindungilah masyarakat Kota Palembang dari makanan yang mengandung zat berbahaya, apalagi merusak kesehatan. Kami siap mendukung program kerja BPOM,” pungkasnya, sembari memberi semangat.















