MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Pemerintah Kabupaten Tulungagung (Pemkab) melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) resmi menggelar acara Rembuk Stunting Kabupaten Tulungagung Tahun 2025, bertempat di Ruang Prajamukti lantai 2 Kantor Bupati setempat, Jumat (18/7/2025) Pagi.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Bupati Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., sebagai bentuk komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting di wilayah Tulungagung.
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu lebih kerap disapa menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya penurunan angka stunting di Tulungagung.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), sambung Pemilik Romo Wijoyo Group, prevalensi stunting di Kabupaten Tulungagung mengalami penurunan signifikan dari 21,5% pada tahun 2023 menjadi 13,7% di tahun 2024, jauh di bawah rata-rata nasional yang berada di angka 19,8%.
“Capaian ini patut kita syukuri, namun kita tidak boleh cepat berpuas diri. Target kita tetap zero stunting di tahun 2030. Ini adalah tanggung jawab bersama terhadap masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Masih dalam sambutannya, Gatut Sunu menambahkan ia menegaskan bahwa persoalan stunting tidak hanya sebatas masalah tinggi badan anak, melainkan berdampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak yang mengalami stunting cenderung memiliki hambatan perkembangan kognitif, menurunnya produktivitas, dan rendahnya daya saing.
Dalam konteks ini, jelas Gatut Sunu, Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah mengadopsi berbagai strategi komprehensif, seperti peningkatan akses sanitasi, penguatan posyandu, pemberian makanan tambahan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk sistem pemantauan stunting.
“Langkah-langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional, termasuk arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penggunaan platform digital untuk pemantauan kasus gagal tumbuh,” tambahnya.
Lebih lanjut, orang nomor satu Pemkab Tulungagung menjelaskan pada kesempatan ini ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam menyukseskan program ini, mulai dari kepala desa, tenaga kesehatan, kader PKK, posyandu, hingga dunia usaha dan akademisi.
“Dana Desa harus dimanfaatkan secara efektif untuk penanganan stunting, seperti pemberian makanan tambahan, pembangunan sanitasi, serta operasional rujukan balita stunting,” terangnya.
“Acara Rembuk Stunting ini menjadi forum penting untuk merumuskan solusi konkret, lintas sektor, dan berbasis kolaborasi. Kami berharap besar bahwa hasil dari forum ini akan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan anak-anak Tulungagung,” sambungnya.
“Semoga rembuk ini menghasilkan langkah nyata yang benar-benar berdampak dalam menurunkan stunting,” pungkasnya.
Pantauan mattanews.co, acara Rembug Stunting ini turut dihadiri Sekda Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi, M.Si., Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung, Dra. Endang Gatut Sunu Wibowo, Wakil Ketua 1 TP PKK Tulungagung Yuyun Ahmad Baharudin, Plt Kepala Dinas Kesehatan Anna Sapti Saripah, Camat, dan tamu undangan lainnya dari berbagai unsur masyarakat dan instansi pemerintah.














