BERITA TERKINI

Dokter Fadel: Setelah Bertugas, Kami Wajib Isolasi Mandiri 28 Hari

×

Dokter Fadel: Setelah Bertugas, Kami Wajib Isolasi Mandiri 28 Hari

Sebarkan artikel ini

Reporter : Faldy/Irfan

PALEMBANG,Mattanews.co – Pandemi Covid 19 yang saat ini melanda dunia termasuk Indonesia meninggalkan banyak cerita sedih.

Selain untuk keluarga pasien ternyata juga dialami oleh tim medis yang menangani pasien covid 19.

Sebagai gugus terdepan salah satunya yang dialami oleh dr. Fadel Fajri, seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Bari kota Palembang.

Dirinya bertugas sebagai tim medis yang menangani pasien covid-19.

“Sejak ditunjuk sebagai dokter yang menangani pasien covid 19 banyak mendapat pengalaman pribadi dan pastinya akan dikenang seumur hidup,” ujarnya, saat ditemui, Sabtu (20/06/2020).

“Seperti pertama kali menangani pasien yang dinyatakan positif, ditambah lagi pengalaman menghadapi keluarga pasien yang terkadang tidak menerima bahwa anggota keluarganya dinyatakan positif,” sambungnya.

Tidak sampai disitu, dr. Fadel juga menambahkan suka duka menjadi dokter khusus covid 19, terutama perubahan drastis hubungan antara keluarga dirumah.

“Semenjak menjadi dokter khusus covid 19 ternyata membawa banyak dampak besar dalam kehidupan keluarga saya,”

Dikatakan Fadel, secara pribadi terutama waktu pertemuan yang sudah pasti sangat kurang, karena setelah menjalankan tugas kami (Tim medis.red), wajib melakukan isolasi mandiri selama 28 hari.

Bayangkan saja, sudah lama tidak bertemu keluarga ditambah harus isolasi mandiri selama itu.

Walau isolasi mandiri bisa dilakukan dirumah namun, banyak tenaga medis covid-19 yang memilih melakukan isolasi di rumah sakit atau menginap yang jauh dari banyak orang.

“Itu semua menunjukkan kami menjaga keselamatan keluarga dan orang banyak”, jelas Fadel.

Fadel menambahkan, tidak sampai disitu pengorbanan yang harus kami lakukan, setelah selesai melakukan isolasi mandiri pun kami harus menghadapi pemandangan menakutkan dari masyarakat tempat kami tinggal.

“Contohnya saja, bahwa ada pandangan negatif akan tertular, jika melakukan komunikasi dengan kami tim medis covid 19,” ungkapnya.

Fadel juga menjelaskan secara ekonomi, gugus tugas covid 19 kami pun terdampak. Sekarang banyak dokter yang dilarang membuka praktek jika menjadi tugas covid 19.

“Hal itu cukup membebani, namun sudah menjadi sumpah untuk menyelamatkan pasien,” kata Fadel.

Ketika ditanya soal insentif yang dijanjikan pemerintah baik pusat ataupun daerah untuk tenaga medis yang menangani covid 19, Fadel menjawab. Kami hanya menjalankan kewajiban tugas sebagai tenaga medis.

Tidak memikirkan insentif tersebut, memang sampai saat ini kami belum menerima insentif apapun dari pemerintah, tapi kami coba berpikir positif mungkin masih dianggarkan pemerintah.

Semuanya kami serahkan sepenuhnya ke manajemen rumah sakit, tugas kami menolong, merawat dan berusaha menyembuhkan penyakit.

Diharapkan Fadel, jangan ada diskriminasi dari pihak manapun karena menjalankan tugas.

“Kami sebagai tenaga medis covid 19 meminta kepada seluruh pihak untuk tidak diskriminasi akibat menjalankan tugas ini,”

“Kami butuh dukungan, kami butuh kasih sayang, karena kami pertaruhkan kehidupan kami untuk pasien dan masyarakat,” tutup Fadel.

Editor : Fly