Fakta Baru Terungkap di Sidang Masjid Raya Sriwijaya di PN Palembang

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sidang terkait dugaan korupsi dana hibah Masjid Raya Sriwijaya Sumatera Selatan (Sumsel), kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (7/10/2021).

Sidang yang dipimpim Ketua Majelis Hakim Abdul Aziz, mengungkap banyak fakta, terutama yang menjerat dua terdakwa MS dan AN.

Bacaan Lainnya

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, menghadirkan, saksi-saksi dari anggota DPRD Sumsel.

Serta mempertanyakan terkait proses penganggaran dana hibah Masjid Sriwijaya tahun 2015 dan 2017.

Ternyata tidak ada proposal dari pihak eksekutif, mengenai pengajuan anggaran dana hibah tersebut.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, JPU Kejati Sumsel Roy Riady membenarkan jika ada anggaran hibah 2015 dan 2017 dari dewan yang tidak melihat adanya proposal dan ini menyalahi aturan.

“Namun dari pihak eksekutif sudah diingatkan oleh dewan untuk proposal itu untuk segera diberikan dan dilengkapi. Tapi sampai sekarang dewan tidak pernah melihat proposal itu, yang berarti bisa dianggap memang tidak ada proposal,” ungkap Roy.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), memang harus ada proposal.

Karena proposal perubahan anggara itu, verifikasinya ada pada bagian pihak eksekutif dalam hal ini tugas dan kewenangan TAPD kala itu.

Dan saat itu Ketua TAPD Sumsel, yang dijabat MS, dalam hal verifikasi adalah tugas dari satuan kerjanya yaitu terdakwa AN.

Meskipun tanpa adanya proposal, lanjut Roy, seluruh anggota Banggar seperti disampaikan saksi tetap menyetujui adanya perubahan anggaran dana hibah di tahun 2017.

“Ya itu tadi, ada catatan dari pihak DPRD yang meminta agar pihak eksekutif dapat melengkapi persyaratan dalam pengajuan hibah termasuk proposal. Namun nyatanya sampai sekarang belum ada, yang berarti itu sudah menyalahi aturan,” ujarnya.

Saat disinggung apakah nanti akan dilakukan penyidikan lebih lanjut, terhadap seluruh anggota Banggar yang menyetujui perubahan anggaran meski tanpa proposal, Roy menjawab akan dipelajari dahulu.

“itu masih kita pelajari dulu, yang pasti saat ini kita masih fokus pembuktian perkara untuk yang saat ini dipersidangkan,” ujarnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait