Forkopimcam Medan Tuntungan Lakukan Patroli, Sasar Pelaku Usaha Kuliner

  • Whatsapp

 

MATTANEWS.CO, MEDAN – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Medan Sumatera Utara (Sumut), sudah mulai dilakukan pada hari Senin (12/7/2021 hingga Selasa (20/7/2021).

Bacaan Lainnya

Forkopimcam Medan Tuntungan melakukan patroli bersama jajaran TNI-Polri, menyasar pelaku usaha warung makan, angkringan, dan kafe. Patroli tersebut dilaksanakan, Senin malam.

Melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota No.4432/6134 tertanggal 12 Juli 2021 tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengikuti semua ketentuan yang telah ditetapkan dalam PPKM Darurat dengan sebaik-baiknya.

Hal tersebut guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

Pelaksana tugas (Plt) Camat Medan Tuntungan Harry Indrawan Tarigan didampingi Kapolsek Medan Tuntungan mengatakan, patroli ini bertujuan untuk mendisiplinkan pelaku usaha bidang kuliner.

Baik warung, rumah makan, maupun kafe, agar menaati peraturan selama PPKM Darurat.

“Kita tidak akan memberikan sanksi sosial atau sanksi administratif. Namun patroli ini, difokuskan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi saja,” ucapnya.

Harry Tarigan menegaskan, dalam patroli kali ini menyasar beberapa lokasi yang didatangi petugas.

Yaitu di Jalan Letjen Jamin Ginting KM 8,5, sampai KM 12 dan Jalan Setia Budi Ujung Simpang Selayang hingga Simpang Pemda.

Hasilnya, memang masih ada beberapa pelaku usaha yang beroperasi melewati jam yang sudah ditentukan.

Namun, petugas sudah melakukan peringatan, jika diulangi maka akan dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Dalam Instruksi Wali Kota No.4432/6134 tertanggal 12 Juli 2021 menjelaskan, sektor perdagangan buka maksimal hingga pukul 20.00 WIB.

Dan tidak diperkenankan melayani kegiatan makan-minum ditempat melainkan delivery order saja.

“Fokus patroli kami kemarin adalah menyasar ke warung, rumah makan, dan pedagang kaki Lima yang seharusnya tutup pukul 20.00 WIB, tapi masih tetap buka melebihi ketentuan tersebut,”katanya.

Selain itu, mereka juga membubarkan beberapa kerumunan warga yang tidak penting.

Harry berharap, dengan adanya pendekatan ini pelaku usaha kuliner di wilayah Medan Tuntungan dapat mematuhi aturan-aturan yang sudah diberlakukan.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait