Reporter : Ricky

LABUHANBATU, Mattanews.co – Debat kandidat pasangan calon bupati/wakil bupati Kabupaten Labuhanbatu yang dilaksanakan di kota Medan menuai kritikan pedas dari beberapa elemen masyarakat. Kritikan keluar mulai dari bahasa ‘konyol’, keterpaksaan, dan ada juga kesan nepotisme serta menyinggung anggaran keamanan.

Pertama, tudingan atas ‘konyol’ dan terkesan ‘nyeleneh’ debat kandidat pasangan calon (paslon) pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Labuhanbatu tahun 2020 di kota Medan oleh Ketua DPC KSBSI, F Hukatan Bawadi.

Menurut Bawadi, kekonyolan yang diperlihatkan KPUD Labuhanbatu dalam acara debat publik kelima Paslon melalui siaran langsung TV maupun akun medsos begitu tak maksimal. Sebab terdapat lebih kurang mencapai dua ratus sembilan puluh enam ribuan pemilih suara ketika kegiatan acara debat publik melalui siaran langsung TV dapat diperkirakan 50 persen tak dapat menikmati tayangan tersebut.

“Iya, yang pasti ketika nonton siaran langsung TV, itulah kekonyolan diperlihatkan KPUD Labuhanbatu. Karena acara debat publik dilaksanakan di Medan ditaksirkan warga Medan sebagai penonton bukan warga Labuhanbatu tapi Pilkada Labuhanbatu”, sebutnya.

Padahal sebagai penyelenggara KPUD, kata dia, menggunakan uang rakyat bahkan menjadi timbul pertanyaan kemana anggaran keamanan, karena acara terlaksana di Medan.

“Jadi timbul pertanyaan kemana anggaran keamanan kalau acara di Medan tuk pihak Medan lah, diperkirakan anggaran puluhan miliaran,” sindirnya.

Disisi lain, Ketua LSM RC (Raden Center) Raden Surbakti Harahap menilai, debat kandidat di kota Medan, pihak KPU Labuhanbatu tidak pro dengan masyarakat Labuhanbatu pada Pilkada ini. Ketidak pro nya KPU keterkaitan debat kandidat paslon di kota Medan tidak efektif.

Debat kandidat seharusnya dilaksanakan di daerah sendiri yakni Labuhanbatu. Karena, anggaran yang dikeluarkan tersebut sesuai peruntukannya dilaksanakan di Kabupaten Labuhanbatu.

“Sedikit mempertanyakanlah. APBD Kabupaten Labuhanbatu loh. Kalau memang perencanaan debat kandidat dilaksanakan diluar Labuhanbatu, seharusnya pihak KPU telah mengumumkan di awal secara transparan. Sehingga tidak menjadi pertanyaan ada apa? Mengapa? Dan bagaimana? bagi pihak-pihak yang tidak mengetahuinya. Apalagi, saat ini kan sudah dituntut secara transparan. Baik perundang-undangannya, maupun ketentuannya. Tunjukan kepada masyarakat Labuhanbatu kalau memang KPU transparan ke publik,” kata Raden Surbakti kepada awak media, Kamis (19/11/2020).

Pernyataan kembali datang dari Ketua LPA Labuhanbatu M Azhar Harahap. Debat kandidat yang dilaksanakan KPU Labuhanbatu di kota Medan seakan-akan meremehkan masyarakat Kabupaten Labuhanbatu dalam menjaga kondusifitas daerah. Terlebih, saat ini pemerintah gencar dengan pemulihan ekonomi dimasa pandemi covid-19.

“Seharusnya, pihak KPU ikut serta mendukung pemulihan ekonomi dimasa pandemi covid 19 ini. Kan itu rencana pemerintah. Jadi, anggaran pun bisa berputar di daerah sendiri. Jika anggaran dibawa keluar, maka putaran uang tidak maksimal dalam masa pemulihan ekonomi di daerah Labuhanbatu. Anggaran tidak kecil, besar anggaran untuk pilkada ini,”terang azhar.

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua LSM Pisod Syafrizal Siregar. Penilaian Syafrizal alih-alih pada keterpaksaan pihak KPU Labuhanbatu mengadakan debat kandidat di kota Medan. “Seakan-akan terlalu dipaksa pihak KPU untuk mengadakan debat kandidat di kota Medan. Lebih parahnya lagi, peran media itu pilih kasih. Seperti jelas kali unsur nepotismenya,” ucap Syafrizal.

Terkait dengan kritikan debat kandidat paslon Cabup/Cawabup Kabupaten Labuhanbatu di kota Medan, Ketua KPU Labuhanbatu Wahyudi memberikan klarifikasinya kepada sejumlah awak media.

Menurutnya, pihak KPU Labuhanbatu terbuka bagi semua pihak yang melakukan koreksi. “Kita terbuka untuk siapa saja. Koreksi merupakan masukan bagi kami untuk kebaikan Pilkada di Kabupaten Labuhanbatu,” ujar Wahyudi ketika ditemui diruang kerjanya Kamis (19/11/2020) siang.

Wahyudi menerangkan, pelaksanaan debat kandidat dilaksanakan di kota Medan telah melalui proses yang telah dibahas dalam rapat pimpinan dan anggota.

“Kita tidak mau kembali terulang kejadian ketika pencabutan nomor urut paslon yang lalu. Kita sudah batasi, namun yamg terjadi berbeda dilapangan. Sehingga kami mendapat teguran dari pimpinan. Debat kandidat di kota Medan pun hanya dihadiri oleh paslon dan beberapa orang tim kampanye setiap paslon, KPU dan pihak Bawaslu. Intinya, kita mengacu pada kondusifitas dan tetap melaksanakan protokoler kesehatan sesuai maklumat Kapolri,” jelasnya.

Untuk media, kata dia Wahyudi, pihaknya sudah membuka ruang untuk kerjasama. Namun, membuka ruang tersebut, KPU Labuhanbatu melakukan seleksi.

“Kita buka ruang kerjasama. Kemudian kita lakukan seleksi. Untuk jangkauan yang baik, hasil dari keputusan bersama kita memilih INewsTv sebagi media yang menyiarkan debat kandidat. Pemilihan media ini juga mengacu pada ke independentnya media. Tidak memihak kepada paslon apa pun,” pungkasnya.

Editor : Chitet

 129 Total Pembaca

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :