Adsafelink | Shorten your link and earn money

Reporter: Warto Warman

RAJA AMPAT, Mattanews.co – Kasat Reskrim Polres Raja Ampat AKP Nirwan Fakaubun mengatakan, kasus dugaan pencemaran nama baik Bupati Kabupaten Raja Ampat dengan terduga EM akhir sudah diputuskan naik dalam tahap penyidikan

“Setelah menerima pengaduan dan dibuat dalam laporan kepolisian kemudian ditindaklanjuti setelah mengelar perkara untuk kenaikan status kepada pelaku berinisial EM dan kami sudah putuskan bahwa kasus ini dimasukkan dalam tahap penyidikan,” ujar Nirwan, Rabu (01/07/2020).

Dijelaskan lagi pihaknya menindaklanjuti kasus itu setelah pemeriksan tiga saksi. Lalu pihaknya juga menambahkan saksi ahli hingga secara garis besar semua sudah memenuhi unsur pidana

“Saat ini hanya menunggu waktu ketika penerbangan sudah dibuka maka kami akan berangkat ke tempat yang berbeda-beda untuk memintai keterangan saksi ahli. Yang jelas kami akan ke Jayapura untuk pemeriksaan dari saksi ahli bahasa daerah, setelah itu ahli saksi bahasa Indonesia kemudian saksi ahli pidana dan juga saksi dari ITE di Jakarta dengan menunjukan barang bukti yang Screnshot dan mungkin barang bukti yang disita untuk diperiksa secara forensik,” paparnya.

Diterangkannya kasus tersebut pelaku akan di jerat sesuai dengan UU ITE pasal 27 ayat (3) berbunyi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

“Sesuai dengan pasal 27 jo Pasal 45 dalam UU ITE Setiap orang yang memenuhi unsur pasal 27 ayat (3) di pidana penjara maksimum 6 tahun dan/atau denda maksimum 1 milyar rupiah. Ini sudah otomatis apabila suati kasus pidana 5 tahun keatas si terduga akan ditahan,” pungkasnya.

Editor : Lintang

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here