Kejari OKUS Tidak Tahu Terdakwa Firmansyah Pernah Jadi Terpidana Kasus Kepemilikan Senpi

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Dalam sidang putusan terhadap Terdakwa kasus dugaan korupsi alat pengering jagung dan padi (Vertikal Driyer) di Dinas Pertanian Kabupaten OKU Selatan yang menjerat Terdakwa Firmansyah selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan tahun 2018 dan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Pertanian Kabupaten OKU Selatan, tahun anggaran 2018 dan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,72 miliar, ternyata pernah menjadi terpidana dalam kasus kepemilikan senjata api (Senpi). Rabu (11/1) 2023).

Saat dikonfirmasi kepada Bob SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari OKU Selatan mengatakan, terkait dalam fakta persidangan Terdakwa Firmansyah pernah menjadi Terpidana dalam kasus kepemilikan senjata api Bob tidak mengetahui.

“Kenapa kami tuntut dua tahun sebelumnya, Terdakwa terkait dengan hukuman pidana umum bukan pidana khusus maupun tipikor, yang mana sebelumnya kami tidak tahu jika Terdakwa pernah jadi terpidana kepemilikan senjata api,” terang Bob saat diwawancarai usai sidang.

Menurut Bob dalam penanganan perkara kami tidak bekerja sendiri dan melalui prosedur.

“Ada yang namanya atasan kami langsung dan itu sudah prosedur kami, terkait dengan putusan penjara selama dua tahun terhadap terdakwa Firmansyah, kami menuntut mereka menggunakan pasal 3 yang mana disitu tertera bahwa minimal 1 tahun berarti dari tuntutan kami masih diatasnya,” paparnya.

Sementara saat ditanya dan menyikapi Terkait putusan untuk Terdakwa Firmansyah, Bob mengatakan untuk berfikir beberapa waktu kedepan, saat diminta keterangan ada beberapa nama yang disebut dalam persidangan, Bob sebagai JPU yang menagani perkara ini mengatakan pihak Kejari Oku Selatan akan mempelajari.

“Dalam menanggapi keputusan hakim, sikap kami masih punya waktu 7 hari untuk berfikir, dimana kami harus laporan dulu kepada atasan kami masing-masing, Kita hanya bacakan pokok-pokonya saja nanti kita lihat dulu bagaimana terkait salinan putusannya bagaimana nama-nama didalamnya apabila nanti memang ternyata seperti yang kita bilang sebelumnya maka kami akan serahkan kepada pimpinan bagaimana keputusannya kami akan laksanakan dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam perkara ini,” tegasnya.

Sementara kuasa hukum terdakwa Asep Sudarno selaku Kadin Pertanian OKU Selatan yaitu Erwin Haris SH MH Saat diwawancarai mengatakan terkait keputusan adalah kewenangan hakim namun kami tidak sepakat dengan keputusan majelis hakim, karena menurut kami tidak terpenuhi unsurnya dan Erwin juga yang mengungkap terkait Terdakwa Firmansyah pernah menjadi terpidana kasus kepemilikan senjata api dalam persidangan.

Bacaan Lainnya

“Saya menghormati wewenang majelis hakim, berdasarkan bukti-bukti dari Penuntut Umum di persidangan, sudah dipertimbangkan oleh majelis hakim namun kami tidak sepakat dengan putusan ini dan terkait untuk Terdakwa Firmansyah yang pernah terjerat dalam kasus kepemilikan senjata api, ini sudah lama bahkan semua orang di OKU selatan sudah tahu,” paparnya.

Bahkan kami sempat menemui pihak korban atas nama Didit yang merupakan warga Muara Dua Kabupaten OKU Selatan, dalam keterangannya Didit mengakui ada kejadian tersebut bahwa terdakwa Firmansyah pernah menjadi terpidana dalam perkara kepemilikan senjata api dan sudah diputus oleh Pengadilan.

“Bahkan dalam fakta persidangan saat ditanya majelis hakim terdakwa firman mengakui dirinya terjerat undang-undang darurat tadi,” ujarnya.

Namun Erwin merasa aneh karena dalam dalam tuntutan JPU tidak diungkap terkait terdakwa Firmansyah pernah menjadi terpidana kasus kepemilikan senjata api, pada hal yang menuntut pihak Kacab Jari OKU selatan saat belum pisah karena masih kembali ke wilayah PN Batu Raja.

“Ini aneh mungkin perkara ini akan kita ajukan ke Aswas karena kami menganggap, yang ada di ada adakan, sedangkan yang menangani perkara ini dan yang menuntut adalah JPU kami tidak menuduh mungkin ada dari salah satu oknum yang menutupi perkara ini,” pungkas Erwin.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait